Berlevel Nasional, Cabup Solok Maigus Tinus Berkomitmen Membangun Daerah

Administrator
- Selasa, 23 Juni 2020 | 00:41 WIB

Keinginan Maigus Tinus tidak muncul tiba-tiba untuk maju di eskalasi Pilkada Kabupaten Solok 2020. Maigus mengaku keinginan itu berawal dari berbagai diskusi ke berbagai pihak. Baik di Kabupaten Solok, maupun perantauan di Sumbar dan berbagai daerah di Indonesia.

Awalnya, Maigus ingin menghidupkan Perhimpunan Keluarga Kabupaten Solok (PKKS) dan Solok Saiyo Sakato (S3) untuk memaksimalkan peran serta perantau untuk daerah. Sering pulang kampung, membuat Maigus ingin Kabupaten Solok menjadi daerah yang maju secara ekonomi, padu dalam kekeluargaan, serta kuat dalam karakter.

Mendirikan dan besar di perusahaan PT Insekta Fokustama, yang awalnya bergerak maintenance bangunan, Maigus Tinus mengembangkan jaringan bisnisnya di bidang manajemen mutu. Memiliki klien di hotel-hotel, rumah sakit, bangunan pemerintah, Maigus menilai banyak potensi Kabupaten Solok yang memiliki nilai tambah, jika dikelola dengan pengawasan kualitas dan cara pengelolaan yang baik.

Terbiasa menjadi mitra perusahan asing seperti Amerika, Eropa dan Jepang, kredibilitas Maigus menjadi sebuah nilai dan perkembangan perusahaannya.

“Turun gunung ke Kabupaten Solok". Menurutnya merupakan panggilan untuk mengubah daerah. Konsepnya, menjadikan hal yang tidak ada menjadi ada. Serta pola kerja bisnis penuh inovasi. Hal itu menurutnya berawal dari kenyataan bahwa banyak perusahaan lokal dan nasional tumbang, di tengah kompetisi dengan perusahaan-perusahaan asing.

Terbiasa “bertempur” dengan modal keyakinan dan kuasa Allah, Maigus senantiasa menjaga hubungan. Keraguan berbagai pihak dengan kemunculan dirinya, dinilai Maigus sebagai hal yang normal. Apalagi, kiprahnya di Kabupaten Solok, tidak sebanyak kiprahnya di luar daerah.

Maigus menilai iklim wirausaha di Kabupaten Solok belum terbuka. Sendi-sendi ekonomi Kabupaten Solok sangat rapuh, apalagi jika harus berkompetisi dengan pengusaha-pengusaha global. Menurutnya, industri hulu yang berhilir di pasar tradisional, harus diubah menjadi rantai distribusi yang lebih luas. Sehingga, lapangan kerja lebih terbuka luas.

Kabupaten Solok menurutnya harus membangun SDM yang siap pakai, sehingga mampu mengubah keadaan. Sehingga, bisa mengelola alam dengan kemampuan dan kualitas yang dimiliki. Sehingga, potensi besar yang dimiliki, bisa memberi nilai tambah berganda.

Maigus menegaskan dalam mewujudkan hal itu, Kabupaten Solok harus mampu mengelola ide-ide bernas dan instrumen pendukung yang memadai. Sebagai contoh, membuat universitas berbasis teknologi, IT, hingga eksakta terapan. Sehingga, potensi besar itu, tidak menjadi pasar bagi pihak lain, namun harus dikelola oleh masyarakat Kabupaten Solok sendiri.

Banyaknya kompetitor dalam eskalasi Pilkada Kabupaten Solok saat ini, membuat Maigus sangat bersyukur. Menurutnya, hal itu membuktikan banyak energi positif dan banyak yang ingin berbuat yang terbaik bagi Kabupaten Solok.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Deretan Perempuan Hebat dalam Keluarga Puan Maharani

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:30 WIB

Ini Tokoh Wanita yang Layak Masuk Bursa Capres

Senin, 29 November 2021 | 17:55 WIB

5 Peran Penting Puan Maharani di Kancah Politik

Senin, 29 November 2021 | 16:30 WIB
X