Duet Prabowo-Jokowi, Jamiluddin Ritonga: Kerdilkan Potensi Anak Bangsa

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 14:30 WIB
Jokowi Prabowo di Istana Merdeka Oktober 2019
Jokowi Prabowo di Istana Merdeka Oktober 2019

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Di tengah usulan memperpanjang masa jabatan Jokowi sebagai presiden hingga tahun 2027, kini ada kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Sekretariat Bersama mendeklarasikan Prabowo-Jokowi sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pemilu 2024.

Sekber Prabowo-Jokowi beralasan, kepemimpinan Jokowi sudah menunjukkan kemajuan, maka hal positif ini perlu dilanjutkan. Pasangan Prabowo-Jokowi diyakini bakal mampu mengatasi kesulitan Indonesia di masa krisis global dan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Jokowi dan Istri Nikmati Pemandangan dari Bukit 360 KEK Mandalika

Menyikapi hal tersebut, pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai, duet tersebut memang tidak dilarang oleh konstitusi jika seseorang yang sudah menjadi presiden dicalonkan menjadi wakil presiden.

Alasan menjaga kesinambungan pembangunan di Indonesia, dinilai Jamil hanya upaya pembenaran untuk menduetkan Prabowo-Jokowi.

Baca Juga: Hasil Survei CIR dan Datasight: Anies-Khofifah Kalahkan Prabowo-Puan 

"Mereka mendorong duet Prabowo-Jokowi sesungguhnya untuk menjaga dan mempertahankan pundi-pundi ekonomi yang sudah dinikmati selama ini," kata Jamil kepada media ini, Sabtu (15/1/2022).

Dibalik itu kata Jamil, tentu ada para oligarki yang berupaya memperbesar pundi-pundi ekonomi. Para oligarki ingin kerajaan bisnisnya semakin menggurita bila Jokowi tetap memimpin Indonesia bersama Prabowo.

Upaya menduetkan Prabowo-Jokowi juga berpeluang mendapt penolakan dari PDIP. Jokowi sebagai kader PDIP dinilai sudah cukup mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara selama dua periode.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X