Disebut sebagai Aktor Penundaan Pemilu, LaNyalla Minta Dewan Pers Jaga Kredibilitas Media 

- Rabu, 2 Maret 2022 | 23:06 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

SURABAYA, HARIANHALUAN.COM - Koran Tempo edisi 1 Maret dalam laporannya berjudul: ‘Operasi Senayan Tunda Pemilu’, menulis nama Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Matalitti sebagai aktor dalam menggiring isu untuk meloloskan penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo. 

Selain LaNyalla, politikus Partai Golkar yang juga anggota DPR RI, Melchias Marcus Mekeng juga disebut dalam hal yang sama. 

Tudingan tersebut ditulis oleh Koran Tempo berdasarkan informasi dari sumber anonim (tanpa nama). Hanya disebut sumber tersebut adalah seseorang dari partai penyokong pemerintah. 

Baca Juga: Invasi Rusia! 4 Juta Pengungsi Butuh Perlindungan, 836 Ribu Orang Tinggalkan Ukraina dan 14 Anak Tewas

“Saya terus terang prihatin dengan kualitas koran Tempo. Karena pada hari Senin, 28 Februari kemarin, saya secara resmi, melalui siaran pers Ketua DPD RI, menyatakan menolak penundaan pemilu. Tetapi info dari sumber anonim dipercaya dan ditulis dalam lead berita Koran Tempo tanggal 1 Maret,” kata LaNyalla, Rabu (2/3/2022). 

Karena itu, lanjut LaNyalla, dirinya meminta Staf Khusus Ketua DPD RI Bidang Media dan Informasi, Sefdin Syaifudin untuk menemui Dewan Pers, dalam rangka agar Dewan Pers menjaga marwah dan kualitas serta kredibilitas media di tanah air. “Apalagi sekelas Koran Tempo,” tandasnya. 

Di tempat terpisah, Sefdin mengatakan sudah menghubungi salah satu anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, yang juga pengurus PWI Pusat, terkait hal tersebut. 

“Insya Allah hari Jumat saya akan temui Mas Agus di kantor Dewan Pers. Niat kami sesuai keinginan Ketua DPD RI, agar Dewan Pers mengetahui, dan memastikan hal-hal yang seperti ini, yang tentu secara langsung maupun tidak langsung merugikan nama Ketua, tidak terulang dan terjadi kepada orang lain,” tukasnya. 

Dikatakan Sefdin, penggunaan Sumber Anonim sebenarnya telah menjadi kajian serius di dunia jurnalisme, menyusul terbitnya buku Warp Speed, tahun 1999, yang ditulis Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X