Survei Demokrat Sebut Pemilih Internal Hendaki 2024 Pemilu: 'Jadi Kita Mempertanyakan Versi Pak Luhut'

- Sabtu, 12 Maret 2022 | 15:59 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim memiliki big data terkait wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi. (Foto: Hops.Id)
Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim memiliki big data terkait wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi. (Foto: Hops.Id)

HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan survei internal partai Demokrat bahwa pemilih internalnya menghendaki adanya Pemilu 2024, hal ini merespons klaim Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan tentang banyak warga mendukung Pemilu ditunda.

"Dalam survei internal kami para pemilih demokrat menghendaki 2024 ada Pemilu. Jadi kita mempertanyakan survei versi Pak Luhut," kata Kepala Bapilu DPP Partai Demokrat Andi Arief pada Sabtu (12/3/2022).

Menurutnya, apabila data yang diklaim Luhut Panjaitan benar, wacana penundan Pemilu 2024 juga tidak boleh diikuti. Andi Arief mengemukakan hal tersebut, karena bertentangan dengan konstitusi atau UUD 1945 yang membatasi masa jabatan Presiden.

Baca Juga: Ketua DPD RI Patahkan Klaim Luhut Soal Analisa Big Data Penundaan Pemilu 2024

"Kalaupun benar ada survei berbeda versi Pak Luhut, menurut Partai Demokrat itu keinginan yang tidak boleh diikuti. Tetapi harus diedukasi dan diingatkan dalam proses sejarah," ujarnya dikutip dari suara.com

Pihaknya mengatakan terkait pembatasan masa jabatan, seharusnya mencontoh sikap Ketua Majelis Tinggi Partai sekaligus Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tegas mematuhi konstitusi. 

Meski tingkat kepuasan publik terhadap SBY saat itu masih sangat tinggi pada tahun 2013, atau tahun terakhir masa jabatan Presiden SBY, tingkat kepuasannya sekitar 70 persen lebih.

Baca Juga: Luhut Sebut Pemilih Partai Demokrat, Gerindra dan PDIP Mendukung Wacana Penundaan Pemilu 2024

"Saat 20 Oktober meninggalkan Istana, kepuasan pada Pak SBY mencapai 72 persen. SBY dianggap berhasil dan mendapat apresiasi rakyat. Apakah saat itu ada keinginan rakyat perpanjang jabatan SBY? Menurut survei kami ada. Tapi tidak kami publikasi dan menjadi kapitalisasi untuk modal SBY mencalonkan 3 periode. Kami cegah, bahkan kami tutup semua diskusi terhadap isu mengancam demokrasi yang ingin memperpanjang jabatan SBY," katanya.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

X