Silaturahmi dengan FUHAB, LaNyalla Tegaskan DPD RI Tolak Jabatan Presiden 3 Periode

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 20:38 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan, lembaga yang dipimpinnya akan menjadi yang terdepan untuk menghalangi jabatan presiden 3 periode.
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan, lembaga yang dipimpinnya akan menjadi yang terdepan untuk menghalangi jabatan presiden 3 periode.

LaNyalla juga menepis kekhawatiran bahwa akan ada anggota DPD RI yang diajak untuk Sidang Pleno MPR terkait hal itu. Ia pun menegaskan hal itu tidak akan terjadi.

"DPD RI mempunyai tata tertib yang mengikat dan tidak boleh dilanggar. Kami satu suara, menolak perpanjangan jabatan presiden. Artinya kalau ada anggota DPD RI yang ikut Sidang MPR dan mendukung itu, bisa diproses di Badan Kehormatan. Sanksinya diberhentikan,” tukas dia.

LaNyalla juga mengungkap, DPD RI juga bersiap menggugat ke Mahkamah Konstitusi terkait Presidential Threshold 20 persen. Tujuannya agar demokrasi tegak berdiri dan tidak dikangkangi oleh kekuatan partai politik yang bersekongkol. 

“Supaya negara mampu memunculkan banyak calon pemimpin nasional. Bahkan idealnya tidak hanya dari partai politik, tetapi juga dari elemen non partisan seperti kami, di DPD RI,”  ucapnya.

Tetapi MK sampai hari ini masih belum menerima gugatan dari berbagai elemen bangsa, untuk penghapusan presidential threshold.

“Saya mengajak ulama dan para habaib untuk ikut mengawasi MK. Jangan sampai MK ini menjadi super body tanpa pengawasan. Apalagi keputusannya bersifat final dan mengikat,”  tegasnya.

Ketua FUHAB KH Lutfi Zawawi menyampaikan jika banyak pertanyaan umat mengenai persoalan bangsa, dari IKN sampai perpanjangan masa jabatan Presiden.

KH Luthfi pun sepakat jika perpanjangan periode jabatan Presiden melanggar konstitusi dan khianati semangat reformasi. Bahkan jika dipaksakan FUHAB akan turun ke jalan.

FUHAB juga menjelaskan pihaknya akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kepada para ulama dan habaib tentang wawasan kebangsaan.

“Ini kami lakukan agar para ulama dan habaib punya bekal wawasan tentang politik. Dan menurut kami ulama harus melek politik. Ini salah satu cara kami mengedukasi anggota kami,” katanya. (*)

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Prabowo Maju Pilpres 2024, Jokowi: Ya Silahkan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:11 WIB
X