Dedi Mulyadi Tiba-tiba Cium Kaki Kakek Petani Asal Kuningan, Apa Sebabnya?

- Jumat, 13 Mei 2022 | 15:51 WIB
Dedi Mulyadi cium kaki kakek petani asal Kuningan.
Dedi Mulyadi cium kaki kakek petani asal Kuningan.

HARIANHALUAN - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi tiba-tiba mencium kaki seorang kakek yang berprofesi sebagai petani di Cibingbin, Kabupaten Kuningan. Apa sebabnya?.
 
Hal itu bermula saat Kang Dedi Mulyadi datang ke Cibingbin, Kabupaten Kuningan untuk menghadiri acara sunatan salah seorang warga yang dimeriahkan oleh wayang golek Giri Harja 3 Putra dengan dalang Dadan Sunandar Sunarya.
 
 
Di tengah pertunjukan Dedi diminta maju oleh sang dalang untuk tampil bersama. Kang Dedi yang saat itu duduk di tengah penonton lantas naik ke atas panggung untuk berduet dengan wayang cepot.
 
Setelah beberapa waktu berduet mengocok perut penonton, Dedi memanggil salah seorang kakek yang duduk menonton di barisan depan. Dengan menggunakan celana training, kemeja batik dan sarung yang diikat di pinggang kakek itu naik ke panggung menghampiri Dedi dan dalang.
 
 
Kang Dedi meminta kakek bernama Sarjono itu menaikan kakinya ke atas panggung seolah menjadi wayang. Sang dalang dengan candanya menutup hidung seolah kebauan dengan kaki sang kakek.
 
“Eh, ini kaki yang dipakai setiap hari bekerja, tidak pernah merugikan negara, tidak pernah disubsidi negara. Kaki surga tuh seperti ini karena setiap hari dipakai usaha ke sawah, ke kebun, memberi nafkah anak istri pakai rezeki halal, ini kaki hebat,” ucap Kang Dedi Mulyadi sambil mencium kaki Sarjono.
 
Rupanya Sarjono yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini adalah sosok bertanggung jawab. Tidak hanya memberi nafkah, tapi ia mampu membesarkan dan mengurus istri juga ketiga anaknya dengan penuh rasa sayang.
 
Bahkan dari cerita Sarjono,awalnya ia diberi nama Karlan. Namun nama itu ia ubah sendiri menjadi Sarjono pasca menikah dengan istrinya Sarniti agar terdengar lebih serasi.
 
“Anak-anaknya juga hebat, walaupun bekerja sebagai kuli bangunan tapi bapaknya mau nonton wayang golek dibekali uang Rp 50 ribu, hebat anaknya,” ucap Dedi.
 
Penampilan Kang Dedi, cepot dan Sarjono di atas panggung tidak hanya mengundang tawa tapi juga penuh dengan filosofi kehidupan. Dari cerita Sarjono banyak pelajaran hidup yang bisa menjadi panutan bagi anak muda.
 
Di akhir acara Kang Dedi memberikan sejumlah uang kepada Sarjono. Tanpa diduga Sarjono menjawab akan memberikan sepenuhnya uang kepada sang istri.
 
“Makanya jangan nilai orang dari tampilannya, tapi dari jiwanya. Ternyata Abah ini lalaki langit lalanang jagat, pi surgaeun,” ujar Kang Dedi Mulyadi.
 
Tak berselang lama Kang Dedi dan Sarjono turun dari atas panggung. Namun acara wayang golek dengan dalang Dadan Sunandar Sunarya terus berlanjut hingga menjelang pagi. (*)

Editor: Milna Miana

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X