Laskar Ganjar-Puan Prediksi Koalisi Golkar-PPP-PAN Tidak Tahan Lama dan Bisa Bubar

- Senin, 16 Mei 2022 | 13:07 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama dua sahabat Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa berkomitmen mrmbentuk Koalisi Indonesia Bersatu sebagai pemersatu dari ancaman perpecahan perbedaan politik identitas di Pemilu 2024  (AG Sofyan)
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama dua sahabat Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa berkomitmen mrmbentuk Koalisi Indonesia Bersatu sebagai pemersatu dari ancaman perpecahan perbedaan politik identitas di Pemilu 2024 (AG Sofyan)

HARIANHALUAN - Koalisi Tiga Partai Golkar, PPP dan PAN yang dinamai dengan Koalisi Indonesia Bersatu dinilai bukan koalisi soal Pilpres 2024. Koalisi parpol itu dinilai hanya alat bargaining politik di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet pemerintahan Jokowi.

"Pertemuan ketum tiga partai sengaja diekspose agar ada kesan sebagai langkah awal koalisi 2024. Padahal patut kita curigai, bukan itu tujuan terbentuknya koalisi ini," kata Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar-Puan, Mochtar Mohamad, dikutip dari Suara.com, Senin, 16 Mei 2022.

Baca Juga: Koalisi Bertiga Bersatu Golkar-PPP-PAN, Qodari: Sempurna, Tinggal Cari Capres-Cawapres

Mochtar menduga, koalisi itu lebih cenderung memburu jabatan pada saat Jokowi melakukan reshuffle kabinet. "Bisa jadi nanti formasi baru reshuffle kabinet ada penambahan nama dari koalisi tersebut," ujar dia.

Menurutnya kecurigaan tersebut bukan tanpa dasar. Pasalnya kata Mochtar, tiga partai politik tersebut tak punya jagoan mumpuni untuk diusung di Pilpres 2024.

Mantan Wali Kota Bekasi itu menuturkan, berdasarkan hasil survei terakhir yang dirilis Charta Politika misalnya, elektabilitas ketiga Ketua Umum Partai Koalisi Indonesia Bersatu rata-rata di bawah 1 persen. Dengan fakta tersebut, Mochtar meyakini, koalisi tiga partai bukanlah koalisi yang dipersiapkan untuk Pilpres 2024.

Baca Juga: Golkar, PPP, dan PAN Bersatu Perangi Politik Identitas

Bahkan ia memprediksi kalau koalisi tersebut hanya akan bertahan seumur jagung bila tidak ada kandidat capres dari ketiga partai tersebut yang memiliki magnit atau perekat Koalisi.

"Koalisi semacam ini berpeluang tidak tahan lama dan bisa bubar di tengah jalan," kata dia.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X