Tidak Boleh Ekploitasi Identitas NU untuk 'Senjata' Politik Sebut Gus Yahya

- Senin, 23 Mei 2022 | 14:21 WIB
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf (instagram)
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf (instagram)

HARIAN HALUAN - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf yang akrab disapa Gus Yahya mengingatkan seluruh partai politik (Parpol) untuk tidak mengeksploitasi identitas Nahdatul Ulama (NU).

Pasalnya, menurut Gus Yahya, NU merupakan perkumpulan milik semua bangsa.

"Saya ingin sampaikan di sini bahwa kita tidak mau, kita mohon jangan pakai politik identitas, terutama identitas agama, termasuk identitas NU. Tidak boleh mengeksploitasi identitas NU untuk politik, NU ini untuk seluruh bangsa," katanya, Senin, 23 Mei 2022.

Baca Juga: Gus Yahya Tegur Sejumlah PCNU Terkait Deklarasi Capres Cak Imin

Pihaknya berpesan kepada semua partai tidak menggunakan NU sebagai senjata dalam konstelasi politik. Sebab jika terus dilakukan akan dikhawatirkan menjadi politik tidak sehat.

"Semuanya, untuk semua partai, jadi NU itu enggak boleh digunakan sebagai senjata untuk kompetisi politik, karena kalau kita biarkan terus begini ini tidak sehat," tuturnya.

Dia mengatakan dirinya tidak membuat pernyataan negatif terhadap PKB. "Kita kan enggak ngapa-ngapain, enggak melakukan apa-apa, saya tidak memberikan pernyataan apa pun yang berisi negatif terhadap siapa pun apalagi PKB," ujarnya.

Baca Juga: Ketua PBNU Respon Cak Imin Pamer Kaos 'NU Kultural Wajib Ber-PKB' : Tidak Ada Kewajiban

Gus Yahya menyampaikan jika beberapa orang melihat hubungan keduanya tampak renggang. Justru sebaliknya, pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin di Leteh, Rembang, Jawa Tengah menilai parpol tersebut justru yang merenggangkan diri sendiri.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: sindonews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X