PSI Potensial Perkuat KIB, Pengamat: Karena Memiliki Pandangan yang sama Dalam Menolak Politik Identitas

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:30 WIB
Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo (foto: brava radio)
Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo (foto: brava radio)

HARIAN HALUAN - Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) punya potensi besar untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). 

Ari mendasarkan analisisnya pada sikap PSI terhadap politik identitas dan dukungan PSI pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Di sisi lain, KIB berulang kali menegaskan keseriusan untuk menghindari polarisasi, menolak politik identitas, dan melanjutkan program Jokowi. 

"Saya pikir dua hal ini soal menjaga persatuan, menolak politik identitas, dan bagaimana meneruskan capaian Pak Jokowi untuk periode berikutnya. Kesamaan platform itu potensial buat PSI untuk bergabung," terang Ari di Jakarta, hari ini.

Baca Juga: BPKB Dishub Kota Paiaman Terapkan Pembayaran Online

Menurutnya, PSI mempunyai rekam jejak yang begitu keras dalam menolak politik identitas. Sehingga potensi pengabungan itu menjadi besar ketika melihat proyeksi Pemilu 2024 yang kemungkinannya juga masih memunculkan politik identitas.

"Dalam konteks itu sebenarnya apa yang menjadi harapan PSI terkait Pemilu 2024 itu sejalan dengan platform KIB yang beberapa kali ditegaskan soal bagaimana kita menjaga persatuan dan menolak segala bentuk politik identitas yang potensinya cukup kuat di 2024," imbuhnya.

Selain itu, PSI juga dinilai memiliki loyalitas pada Presiden Jokowi dan memiliki semangat untuk melanjutkan capaian pemerintahan saat ini.

Baca Juga: Indonesia Bukan Cuma Pangsa Pasar Kendaraan Listrik, Menteri ESDM: Kalau Bisa Harus Jadi Produsen

"Itu kan jadi compliment PSI juga bagaimana legasi Pak Jokowi, capaian Pak Jokowi itu terus bisa dilanjutkan oleh presiden berikutnya. Jadi bukan hanya menjaga legasi tapi juga meneruskan," tambahnya.

Halaman:

Editor: Jefrimon

Terkini

Publik Harus Dorong Koalisi Tidak Hanya Dua Poros

Senin, 26 September 2022 | 22:02 WIB
X