Pengamat: Cebong dan Kampret Tak akan Bersatu dengan Menyatukan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024 

- Sabtu, 19 Juni 2021 | 10:56 WIB

 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Keinginan untuk mendorong Jokowi menjadi Presiden Indonesia tiga periode menduetkan dengan Prabowo Subianto, didengungkan komunitas relawan bernama Jokowi - Prabowo (Jok-Pro) 2024. 

Alasan mereka untuk mencegah polarìsasi ekstrem di Indonesia Pasca Pilpres sebelumnya yang lebih dikenal cebong (pendukung Jokowi) dan kampret (sebutan pendukung Probowo). 

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menilai kehawatiran Jok-Pro 2024 itu tampaknya sangat spekulatif. Sebab, polarisasi ekstrem pendukung Jokowi dan Prabowo yang dikenal dengan cebong dan kampret itu harusnya sudah teratasi dengan bergabungnya Prabowo dan Sandiaga Uno ke dalam Pemerintahan Jokowi. 

"Nyatanya, cebong dan kampret tetap saja bertarung di media sosial. Cebong dan kampret terus berhadap-hadapan dalam "konfrontasi" yang terkesan tidak berujung," kata Jamil kepada media ini, Sabtu (19/6/2021). 

Jadi menurut Jamil, masalah polarisasi anak bangsa tidak akan selesai hanya karena menyatukan Jokowi dan Prabowo sebagai pemimpin Indonesia. Sebab, mereka saat itu memilih Jokowi bisa saja karena tidak menyukai Prabowo. Mereka memilih Jokowi semata karena tidak ada pilihan lain. 

Sebaliknya, yang memilih Prabowo juga kemungkinannya sama. Mereka memilih Prabowo bisa saja karena memang tidak menyukai Jokowi. 

Karena itu, kata Jamil, meskipun Prabowo sudah masuk kabinet Jokowi, mereka yang kerap disebut kampret tetap saja mengeritik Jokowi. Mereka tetap saja menunjukan ketidaksukaannya kepada Jokowi. 

Para pendukung Jokowi yang kerap disebut cebong juga sama. Mereka tetap saja mengeritik Prabowo meskipun sudah bergabung dengan Jokowi. 

"Jadi, kehadiran Jok - Pro 2024 tampaknya bukan dimaksudkan untuk menetralisir polarisasi ekstrim di Indonesia pasca Pilpres 2024, tapi hanya tameng untuk menggolkan presiden tiga periode," analisa Jamil. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

PDIP dan Nasdem Berbeda Sikap Terkait Wacana PPHN

Selasa, 14 September 2021 | 12:57 WIB

Perempuan Kurang Minat Terjun Dalam Politik, Salah Siapa?

Selasa, 14 September 2021 | 11:40 WIB

Puan Maharani Dinilai Berhasil Pimpin DPR

Senin, 30 Agustus 2021 | 22:34 WIB
X