Makin Panas! Demokrat Balas PDIP: Komisioner KPU 2019 yang Ditahan KPK Wahyu Setiawan

- Senin, 19 September 2022 | 06:49 WIB
Jubir Partai demokrat, Herzaky mahendra Putra (Foto/detik)
Jubir Partai demokrat, Herzaky mahendra Putra (Foto/detik)

HARIAN HALUAN - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra buka suara terkait pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristianto siang ini, Minggu, 18 September 2022.

Menurutnya, pernyataan SBY pada Rapimnas Demokrat tidak mengarah pada potensi kecurangan atau penjegalan, melainkan ketidakadilan.

Baca Juga: Masih 'Dendam Politik', PDIP Ogah Koalisi dengan Demokrat dan PKS pada Pilpres 2024

"Yang disampaikan Pak SBY itu bukan terkait dengan potensi kecurangan, tetapi lebih kepada potensi ketidakadilan. Jadi masih dibedakan nih kecurangan dan ketidakadilan gitu. Dan kami tidak menyebut pemerintah atau satu sosok tertentu," ungkapnya dikutip dari Kumparan.com, Senin, 19 September 2022.

Pihaknya menekankan akan terus berupaya menjadikan tiga pasangan calon pada Pemilu 2024 mendatang. Hal itu diyakini akan menghindari polarisasi di tengah masyarakat.

Baca Juga: Bandingkan Era SBY dan Jokowi, Politikus PDIP: Kenaikan BBM Zaman SBY Bikin Semua Orang Menangis

"Kalau masih dua pasangan calon, kita tahu akibatnya 2014-2016 polarisasi yang luar biasa," ujarnya.

Herzaky juga membalas pernyataan PDIP soal tuduhan banyaknya kecurangan pemilu 2009. Ia mengatakan, justru komisioner KPU 2019 yang ditahan KPK, yakni Wahyu Setiawan.

"Ada tudingan dari salah satu partai ya, Sekjen partai, saya enggak mau sebut namanya, menyatakan bahwa pemilu yang paling banyak kecurangan justru 2009. Kami bingung, sejak era pemilihan langsung di era orde reformasi, komisioner KPU yang pernah ditangkap karena ada upaya memanipulasi hasil pemilu yang kami ingat kami tahu namanya Wahyu Setiawan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Publik Harus Dorong Koalisi Tidak Hanya Dua Poros

Senin, 26 September 2022 | 22:02 WIB
X