Warning! Luhut Sebut Orang Jawa Tidak Memaksakan Diri Jadi Calon Presiden, Nanti Sakit Hati...

- Jumat, 23 September 2022 | 06:32 WIB
Luhut Panjaitan. (Siberita.com/Hendra Cahya)
Luhut Panjaitan. (Siberita.com/Hendra Cahya)

HARIAN HALUAN - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menilai, warga di luar Pulau Jawa sebaiknya tidak memaksakan diri untuk mendaftar sebagai presiden atau capres.

“Apa hanya dengan menjadi presiden, kau bisa mengabdi? Kan tidak juga. Harus tahu diri juga. Kalau kau bukan orang Jawa, pemilihan langsung hari ini—saya tidak tahu 25 tahun lagi—sudah lupakan saja,” kata Luhut ketika berbincang dengan Rocky Gerung dalam acara Menatap Indonesia Pasca 2024, di kanal YouTube RGTV Channel ID yang dilansir dari katadata.co.id, Jumat, 23 September 2022.

Baca Juga: Ikut Jadi Sasaran Bjorka, Status Vaksin Luhut Binsar Disebut Baru Dua Kali

“Tidak memaksakan diri kita. Sakit hati. Tetapi, yang bikin sakit hati kan kita sendiri,” tambah Luhut.

Dalam percakapan tersebut, Luhut mencontohkan dirinya sendiri. Ia mengaku tidak memaksakan diri mencalonkan sebagai presiden.

“Saya double minoritas. Saya Batak. Beragama Kristen. Jadi saya bilang, ya sudah cukup itu. Kita harus tahu. Kenapa saya menyakiti hati sendiri?” katanya.

Baca Juga: Bincang dengan Luhut, Prabowo Cerita Soal Kabinet yang Dipimpin Jokowi

Ia pun mengutip perkataan jenderal dan filsuf Cina Sun Tzu. Luhut mengatakan, penting untuk mengenali kapasitas diri.

“Memang kadang-kadang semua berpikir ingin menjadi presiden. Saya berkali-kali bilang, apakah mengabdi harus dengan menjadi presiden?” ujar dia.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: katadata.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Publik Harus Dorong Koalisi Tidak Hanya Dua Poros

Senin, 26 September 2022 | 22:02 WIB
X