Legislator Ini Terkesan Karena Penyaluran KUR Sektor Perkebunan Sawit Capai Rp9,50Triliun

- Jumat, 30 Juli 2021 | 18:03 WIB
Ilustrasi panen sawit
Ilustrasi panen sawit

 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Legislator Komisi IV DPR-RI Andi Akmal Pasluddin terkesan karena penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) perkebunan kelapa sawit sebesar Rp9,50 triliun. Dan secara umum di sektor pertanian mencapai Rp42,70 triliun semenjak Januari 2021 hingga saat ini, dari target Rp70 triliun.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Sulawesi Selatan II ini sangat terkesan dengan antusias kinerja sektor pertanian yang di tunjukkan pada besarnya disektor pertanian pangan. 

Dia mengatakan, penyaluran KUR didominasi di perkebunan sawit. Berdasarkan informasi yang Andi Akmal dapat, rincian penyaluran KUR pertanian pangan antara lain subsektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp9,50 triliun, pertanian padi Rp7,80 triliun, perkebunan tanaman lainnya dan kehutanan Rp5,50 triliun, pertanian holtikultura dan lainnya sebesar Rp5,20 triliun.

Baca Juga: Menko Perekonomian: Penyaluran KUR Sektor Pertanian Capai Rp42,7 Triliun di Tahun 2021

“Pada 2022, pemerintah perlu mengembalikan APBN sektor pertanian pangan seperti tahun 2018 yang di atas Rp30 triliun. Jika kinerja dilakukan secara efektif efisien dengan meminimalisir penyimpangan, kedepannya sangat potensial Negara Indonesia Berdaulat akan pangan yang mampu memenuhi kebutuhannya dari dalam negeri," kata Akmal dalam keterangan persnya, Jumat (30/7/2021) dikutip dari laman dpr.go.id

Pihaknya meyakini bahwa sektor pertanian Indonesia akan lebih maju lagi manakala importasi produk pertanian ditahan sedemikian rupa seiring dengan usaha peningkatan kapasitas produk pertanian yang dapat dihasilkan di dalam negeri.

“Semakin kecil nilai importasi kita di bidang pangan pertanian pangan ini, akan semakin besar peluang kemajuan sektor pertanian,” tutur Akmal.

Akmal optimis, para akademisi senior dan beberapa kalangan termasuk mantan pejabat di era pemerintahan sebelumnya telah mengkampanyekan stabilitas sektor pertanian, termasuk di masa pandemi seperti ini.

“Baru-baru ini, untuk sektor pertanian, saya mendapati catatan BPS berupa nilai ekspor sektor pertanian pada bulan Juni 2021 mengalami kenaikan, yakni sebesar 33,04 persen (M-to-M) atau sebesar 15,19 persen secara (YoY). Kenaikan terjadi setelah komoditas tanaman obat, aromatik, rempah, kopi dan sarang burung walet memberi andil besar dalam ekspor selama Juni 2021. Tren ini diharapkan terus bertahan bahkan terus naik di bulan selanjutnya," dia menjelaskan.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: dpr.go.id

Terkini

PDIP dan Nasdem Berbeda Sikap Terkait Wacana PPHN

Selasa, 14 September 2021 | 12:57 WIB

Perempuan Kurang Minat Terjun Dalam Politik, Salah Siapa?

Selasa, 14 September 2021 | 11:40 WIB
X