Pacuan Kuda Olahraga Legendaris di Sumbar, 7 Gelanggang Ini Ada yang Dibangun Sejak Zaman Belanda

- Minggu, 27 November 2022 | 09:10 WIB
Pacuan kuda merupakan olahraga yang familier dan populer di Sumatera Barat. (Photo: ntbprov.go.id)
Pacuan kuda merupakan olahraga yang familier dan populer di Sumatera Barat. (Photo: ntbprov.go.id)

HARIANHALUAN.COM - Pacuan kuda merupakan olahraga yang familier dan populer di Sumatera Barat, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat.

Bahkan, beberapa wilayah di Sumatera Barat menjadikan pacuan kuda sebagai acara rutin setiap tahun.

Gelanggang pacuan tersebut ada yang dibuat pada era kolonial, ada juga yang dibangun pasca kemerdekaan 1945.

Baca Juga: Ratusan Polisi Bentrok dengan Pendukung Parpol di Pacuan Kuda Bukittinggi, Cuma Simulasi Lho...

Berikut nama-nama gelanggang pacuan kuda di Sumatera Barat, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak digunakan lagi.

1. Gelanggang Bancah Laweh

Salah satu gelanggang pacuan kuda tertua di Indonesia ini mulai dibangun pada 1888.
Gelanggang ini memiliki landasan pacu sepanjang 900 meter dan masih digunakan untuk acara pacuan kuda.

Terbaru, gelanggang ini digunakan untuk Alek Nagari Pacu Kudo, sebuah acara yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang.

Gelanggang kebanggaan warga Padang Panjang ini berasa di Koto Panjang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang.

Gelanggang pacuan kuda ini digunakan sebagai lokasi syuting film berdasar novel terlaris Buya Hamka, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Salah satu adegan dalam novel tersebut memang berlatar pacuan kuda ini.

2. Gelanggang Bukit Ambacang

Dibangun pada 1889, panjang landasan pacunya adalah 800 meter dan masih aktif dipergunakan hingga saat ini.

Letaknya di Jl. Bukit Ambacang, Gadut, Tilatang Kamang, di antara Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

3. Gelanggang Kuda Kubu Gadang

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Tags

Terkini

X