Hanya 4 Daerah di Sumbar yang Alokasikan Anggaran Pengelolaan Sampah di Atas 1%

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 15:49 WIB
Sampah masih menumpuk di Jembatan Layang.
Sampah masih menumpuk di Jembatan Layang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Siti Aisyah mengatakan, Kebijakan Stategi Pengelolan Sampah RT dn SSSRT ini untuk derah ditingkat provinsi dan kabupaten/kota disebut dengan istilah Jakstrada. Berkenaan dengan Perpres 97 tahun 2017 tersebut, maka setiap provinsi dan kabupaten/kota wajib melakukan penyusunan Jakstrada dalam pengelolaan sampah dengan target acuan yang sama dengan Jakstaranas yakni target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% pada tahun 2025.

Baca Juga: Sampah Sumbar Capai 993 Ton, DLH Ajak Masyarakat Terapkan 3R

Siti Aisyah menyebutkan, Jakstrada Provinsi Sumatera Barat ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 60 Tahun 2018, sedangkan ditingkat kabupaten/kota Jakstrada Kabupaten/Kota ditetapkan dengan Peraturan Bupati/Walikota masing-masing.

"Sampai tahun 2020 ini seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Barat sudah menetapkan Jakstaradanya masing-masing," kata Siti Aisyah. 

Baca Juga: DLH Sumbar Dorong Pembuatan Depo Limbah di Daerah

Tahun 2021 ini, kata Siti Aisyah, sesuai target Jakstaranas pengurangan adalah 24% dan penanganan sebesar 74%.

Dalam UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Pasal 9 (1.b) menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten /Kota diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan pengelolaan sampah skala kabupaten/kota sesuai dengan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Namun sampai saat ini upaya pengelolaan sampah yang dilakukan oleh kabupaten/kota belum berjalan optimal.

Berdasarkan data Jakstrada dari Kabupaten/kota Tahun 2020 jumlah sampah yang dapat terkelola sampai akhir tahun 2020 di Sumatera Barat baru mencapai 399.670 ton atau 42,03%, Kota Padang sebagai kota terbesar di Sumatera Barat sekaligus penghasil sampah terbesar, pada tahun 2020 ini jumlah sampah yang dapat terkelola baru mencapai 182.500 ton atau 75% dari jumlah timbulan sampah keseluruhan sebesar 237.926 ton.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X