Gubernur Sumbar Enggan Bicara soal Surat Minta Sumbangan

- Rabu, 1 September 2021 | 15:55 WIB
Gubernur Sumbar
Gubernur Sumbar

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah lagi-lagi tak mau banyak berkomentar soal surat minta sumbangan dengan kop Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang bertandatangan dirinya.

Saat ditemui sejumlah wartawan di Kantor DPRD Sumbar usai salat ashar, Selasa (31/8/2021) salah seorang ajudan gubernur bernama Dedi langsung melarang awak media untuk menanyakan soal mobil dinas dan surat Bappeda.

Baca Juga: Mulyanto Kritisi Perpres BRIN: Langkah Mundur di Bidang Ristek

Ajudan gubernur itu hanya mengizinkan pertanyaan seputar hasil rapat paripurna bersama DPRD Sumbar tentang rancangan KU-PPAS 2022.

"Kawan-kawan kalau pertanyaannya surat sama mobil, saya cut. Bapak (Mahyeldi) tidak mau itu. Kalau mau tanya, tanya soal ini saja (rapat paripurna)," katanya.

Usai menanyakan hasil rapat paripurna tersebut, wartawan mencoba meminta tanggapan Mahyeldi soal surat Bappeda dan rencana anggota DPRD yang ingin mengajukan hak angket.

Mahyeldi pun hanya menanggapi pertanyaan tersebut dengan jawaban singkat.

"Iya kita lihat saja nanti perkembangannya," jawabnya.

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa salah seorang anggota DPRD Sumbar Nofrizon mengusulkan hak angket kepada Gubernur Mahyeldi. Menurutnya, ini salah satu cara agar persoalan surat Bappeda bertandatangan gubernur itu bisa diselesaikan dengan jelas. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

TP-PKK Agam Studi Komparatif ke Jambi

Selasa, 7 Desember 2021 | 20:56 WIB

Ketua PKK Kota Pariaman Serahkan Insentif Dasawisma

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:45 WIB

Bupati Agam: LGBT Ancaman Bagi Generasi Harapan Bangsa

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:02 WIB
X