3 Tahun Tak Berfungsi, Warga Harapkan Perbaikan Saluran Bendung Irigasi di Sutera 

- Selasa, 14 September 2021 | 22:05 WIB
3 Tahun Tak Berfungsi, Warga Harapkan Perbaikan Saluran Bendung Irigasi 
3 Tahun Tak Berfungsi, Warga Harapkan Perbaikan Saluran Bendung Irigasi 

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Warga Kampung Bukik Kaciak, Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan mengharapkan pemerintah daerah melalui dinas terkait agar segera melakukan perbaikan bendung saluran irigasi Sungai Gunung Talau di nagari itu. Hal ini demi keberlangsungan turun ke sawah agar tetap berjalan normal setiap musim tanam. 

Harapan itu disampaikan karena bendung saluran irigasi itu tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya sejak tiga tahun terakhir akibat rusak dan tertimbun pada bagian hulunya. 

"Bendung irigasi di aliran Sungai Gunung Talau, yang selama ini menjadi sumber pengairan ratusan hektar lahan pertanian milik warga di kampung ini tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini sudah terjadi hampir tiga tahun," kata salah seorang petani di Kampung Bukik Kaciak, Darwin (56), Senin (14/9/2021). 

Dijelaskannya bahwa hal itu terjadi akibat jaringannya terban dan juga tertimbun. Posisi bendungan pembagi lebih tinggi dari saluran penghubung, yang pada akhirnya air tidak bisa sampai ke bendung pembagi karena mendaki. 

Dia bersama petani lainnya di nagari itu berharap agar bendung irigasi pembagi aliran air itu bisa kembali difungsikan sebagaimana sebelumnya. Sebab kondisi itu membuat lahan pertanian di kampung itu menjadi tadah hujan. 

"Selama tiga tahun ini lahan pertanian kami di sini bukan lagi lahan produktif, tapi sudah menjadi lahan tadah hujan. Kalau biasanya kami turun ke sawah bisa maksimal hingga tiga kali se tahun. Sekarang cuma satu kali setahun. Itu pun tidak pasti karena kondisi cuaca yang tidak menentu," keluhnya. 

Ditambahkannya bahwa sekarang sebagian besar lahan pertanian di kampung itu sudah ditumbuhi oleh tanaman liar akibat sudah lama tidak diolah. Kalaupun ada yang ditanami padi jumlahnya tidaklah seberapa. 

"Dari itu kami berharap kepada pemerintah melalui instansi terkait agar bisa segera melakukan perbaikan, agar lahan pertanian yang menjadi andalan ekonomi bagi sebagian besar warga di kampung ini bisa kembali produktif," harapnya. 

Wali Nagari Amping Parak, Mulyadi ketika dihubungi mengakui kondisi itu, dan menjelaskan bahwa total luas lahan yang menjadi tadah hujan akibat tidak berfungsinya bendung irigasi itu mencapai 700 hektar di nagarinya.   

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

Gempa Berkekuatan 4,7 Magnitudo Guncang Pariaman

Senin, 20 September 2021 | 20:51 WIB

Diperpanjang Dua Pekan, Kota Padang Tetap PPKM Level 4

Senin, 20 September 2021 | 18:55 WIB

43 Warga Ikuti Vaksinasi di Banca Laweh Padang Panjang

Senin, 20 September 2021 | 16:45 WIB

Hoaks Hambat Target Vaksinasi 4,4 Juta Orang di Sumbar

Senin, 20 September 2021 | 13:55 WIB
X