Mengumpulkan Cuan Kotoran Sapi, KUPS Kompos Pakan Rabaa Rebut Kategori Gold

- Sabtu, 18 September 2021 | 00:39 WIB
 Kepala Dinas Kehutanan Sumbar dan KPHL Hulu Batanghari serahkan alat bantu.
Kepala Dinas Kehutanan Sumbar dan KPHL Hulu Batanghari serahkan alat bantu.

HARIANHALUAN.COM - Petani Nagari Pakan Rabaa Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat kini bernafas lega. Petani penghasil padi sawah dan tanaman holtikultura ini mampu swasembada pupuk.

Pupuk yang digunakan petani di nagari ini berasal dari bahan limbah kotoran sapi yang diolah oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kompos Pakan Rabaa yang menghasilkan pupuk kompos. KUPS ini menyandang kategori Gold.  

Baca Juga: Amandemen UU 1945, Susi: Tidak Urgen, Tidak Perlu!

Kini dari 30 ekor sapi yang dikelola KUPS mampu menghasilkan kompos sebanyak 1 ton/bulan.

“Pupuk ini dapat dibeli oleh anggota kelompok dan masyarakat nagari dengan harga Rp 800,-/kg” kata ketua KUPS Arlis.

Dikatakannya dengan usaha kompos ini, KUPS Kompos Pakan Rabaa masuk sebagai KUPS Kategori Gold dari Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK. Pencapaian yang baik mengingat umur KUPS yang baru satu tahun berjalan, kategori Gold diberikan kepada KUPS yang sudah melakukan produksi dan pemasaran.

Dengan keberhasilannya KUPS Kompos Pakan Rabaa ini, dengan produksi yang mereka hasikan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal masyarakat nagari. Termasuk kepastian terhadap pasokan pupuk dengan harga terjangkau dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian. Pertumbuhan ekonomi masyarakat nagari pada dasarnya berkolerasi dengan upaya pengamanan hutan yang ada disekitar mereka.

Korelasi peningkatan ekonomi masyarakat dari pertanian dan pemeliharaan hutan ini, menjadikan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Barat bersama Kepala KPHL Hulu Batanghari memberikan bantuan pada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kompos. Penyerahan bantuan yang dilakukan Kamis,i (16/9) oleh Kepala Dinas Kehutanan Sumbar dan KPHL Hulu Batanghari berupa satu buah alat pencacah rumput, satu unit alat pencacah kompos, dan satu unit kendaraan roda tiga.

Nagari Pakan Rabaa, Kabuparten Solok Selatan adalah salah satu hulu Sungai Batanghari. Untuk melindungi hulu sungai, sejak tahun 2015 masyarakat telah mengusulkan 4.260 ha hutan mereka untuk dikelola dengan skema Hutan Nagari. Lanskap Batanghari Hulu, tempat hutan nagari pakan Rabaa merupakan hulu sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera. Keberadaan hutan di Lanskap Batanghari Hulu dan membawa berkah untuk masyarakat disekitar hingga hilirnya.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Terkini

Ayo Bangkit dari Covid-19 !!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:20 WIB

BP4 Kota Pariaman Teken MoU dengan 4 KUA dan 71 Kades

Jumat, 15 Oktober 2021 | 23:44 WIB

Wabup Pesisir Selatan Buka Musda GOW di Gedung PCC

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:45 WIB

Wakil Wali Kota Solok Buka Bimtek Tim Penggerak PKK

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:40 WIB

Terpopuler

X