58 Persen Masyarakat Sumbar Gantungkan Hidupnya pada Pertanian

- Selasa, 21 September 2021 | 17:14 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri panen perdana bawang varietas unggul Batu Ijo yang diinisiasi oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementan RI di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Selasa (21/09/21).
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri panen perdana bawang varietas unggul Batu Ijo yang diinisiasi oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementan RI di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Selasa (21/09/21).

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, sektor pertanian adalah sektor yang paling potensial dikembangkan karena komposisi dari masyarakat yang menggantungkan hidup dari pertanian di daerah itu mencapai 58 persen dari total penduduk.

"Jika sektor ini berkembang dan petani sejahtera maka semua sektor akan ikut mendapatkan imbas positif. Semua sektor ekonomi akan bergerak semua," katanya saat menghadiri panen perdana bawang varietas unggul Batu Ijo yang diinisiasi oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementan RI di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Selasa (21/09/21).

Baca Juga: Teknologi Olahan Bawang Varietas Bakal Dikembangkan di Sumbar

Ia mengatakan Sumbar juga memiliki tanah yang subur untuk mendukung sektor pertanian, tinggal meningkatkan pemanfaatan teknologi dan alsintan untuk meningkatkan produksi.

Lahan percontohan bawang sebesar 10 hektare yang dipanen menjadi satu langkah maju dalam pemanfaatan varietas unggul, pemanfaatan teknologi serta pengelolaan air dan pemupukan yang bisa dicontoh oleh petani di Sumbar.

Baca Juga: Luar Biasa, Saat Pandemi Covid-19 Sumbar Mampu Ekspor Hasil Pertanian Senilai Rp383,8 Miliar

Hasil panen yang mencapai 18 ton perhektare jauh lebih tinggi dari varietas lokal yang hanya 12-13 ton perhektare sehingga bisa membantu meningkatkan pendapatan petani. Apalagi masa panen juga hanya 70 hari.

"Ini sangat sesuai dengan RPJMD Sumbar 2021-2026 yang salah satunya memang fokus pada sektor pertanian," kata Mahyeldi.

Ke depan akan diupayakan pengembangan teknologi hilirisasi dari produk pertanian Sumbar agar harga komoditas bisa tetap terjaga sehingga petani benar-benar diuntungkan. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Terkini

Bupati Agam Hadiri Maulid Nabi di Nagari Malalak Barat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:24 WIB

Pessel Gelar Bakti Sosial Donor Darah di KPPN

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:46 WIB

Meningkatkan Produksi Padi dengan Teknik SRI

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:22 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 di Agam Mencapai 7.569

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:40 WIB

Terpopuler

X