Tipikor Segera Periksa Kadishub

Administrator
- Jumat, 9 Januari 2015 | 20:04 WIB

“Setelah kita lihat,ada keanehan dalam pem­bangu­nan median jalan yang sebe­lumnya sempat dibongkar. Untuk itu, Dinas Perhubungan sebagai leading sektor atas permasahalan ini, akan kita panggil,”ujar AKBP Yuliani Kapolres Payakumbuh me­lalui AKP Ade Candra Kepala Satuan Reserse Kriminal pada Jumat (9/1) siang.

Dijelaskannya, Tipikor Polres Payakumbuh akan me­minta klarifikasi dan keje­lasan dari Kepala Dinas Per­hu­bu­ngan Kota Payakumbuh dalam bongkar pasang me­dian di jalan protokol Kota Paya­kumbuh. Tak hanya itu saja, Tipikor Polres Paya­kumbuh menilai banyak ke­jang­galan dalam membangun median dari Ja­lan Sudirman batas Jalan Soe­karno-Hatta pusat kota. “Ter­dapat bebe­rapa kejang­galan dalam mem­bangun kembali me­dian jalan tersebut. Di an­taranya, tidak ada informasi papan proyek sewaktu mem­bangun, sumber dana yang tak jelas, rekanan tidak diketahui. Pa­dahal dalam perpres nomor 70 tahun 2012 sudah dia­tur,”terangnya.

Seperti cat yang digunakan untuk median tersebut yang seharusnya mampu untuk me­man­tulkan cahaya lampu ken­daraan. Sehingga, dengan kwa­litas cat seperti itu, paling tidaknya mampu mengurangi kecelakaan. “Kita lihat, cat yang digunakan diduga hanya cat biasa. Sehingga cat yang melekat pada median baru itu tidak memantulkan cahaya pada malam hari. Akibatnya, semenjak adanya median jalan, 6 kecelakaan telah terja­di,” ujarnya lagi.

Kasatreskrim yang baru selesai mengikuti pendidikan khusus dalam menindak pi­dana korupsi itu mengung­kapkan, pembangunan median jalan sepanjang hampir 800 meter tersebut, hingga kini belum jelas azaz manfaat yang dirasakan oleh masyarakat banyak. “Sampai saat ini, be­lum jelas apa azas manfaat dari median jalan. Bahkan, semen­jak adanya median jalan ter­sebut, setidaknya sudah terjadi 6 kali kecelakaan di kawasan tersebut. Untuk itu, perlu adanya kejelasan dari instansi terkait,” kata AKP Adek Candra.

Tak sampai disana, dasar Dinas Perhubungan untuk membangun median jalan se­ba­­gai rekayasa lalulintas di Kota Payakumbuh, menurut AKP Ade Chandra malah ti­dak masuk akal. “Yang boleh melakukan rekayasa lalulintas hanya Satuan Lalulintas Polres Payakumbuh. Bukan dari Di­nas Perhubungan,”tegas AKP Ade.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Paya­kum­buh Adrian menjelaskan, pem­bangunan median jalan meru­pakan salah satu upaya untuk merubah arus lalulintas di pusat Kota Payakumbuh. Serta dalam rekayasa lalulintas di jalan protokol mengingat akan difungsikannya balaikota yang baru. Median dibangun  jauh lebih ramping dan lebih panjang dengan median yang ada sebelumnya dengan lebar 20 cm, tinggi 30 cm dan panjang 800 meter. (h/ddg)

Editor: Administrator

Terkini

Kasus HIV/AIDS di Bukittinggi Turun

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:30 WIB
X