Pembangunan Embung Limbukan Terancam Gagal

Administrator
- Selasa, 13 Januari 2015 | 19:16 WIB

Dikatakan, dana untuk membayar ganti rugi tanah sudah tersedia sebesar Rp5 miliar dari APBD Paya­kum­buh. Namun kerena tidak jadi dicairkan, dana tersebut masuk lagi ke APBD peru­bahan 2014 lalu. Sedangkan dana untuk pembangunan fisik embung direncanakan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PU.

Sosialisasi pembangunan embung kepada masyarakat pemilik tanah oleh SKPD terkait, pemerintahan keca­matan dan kelurahan sudah dilakukan. Tapi masyarakat terlalu tinggi menetapkan harga pembebasan lahan. Se­perti yang direncanakan, se­mula embung yang dibangun tidak hanya buat irigasi lahan pertanian, tapi juga berfungsi sebagai  sumber air baku dan kawasan pariwisata dan pe­rikanan.

Informasi yang diperoleh, sumber  air untuk embung ini  cukup besar, berasal dari mata air Bulakan kelurahan setempat. Air ini mengaliri ke sungai-sungai kecil di kawasan Limbukan. Lebih kurang 450 hektar. Mata air Bulakan juga mengaliri 64 hektar sawah di daerah hilir, pada sejumlah kelurahan di Kecamatan Paya­kumbuh Selatan. Kemudian 390 hektar sawah yang ada di Bulakan Limbukan.

Padahal dari pembangunan embung ini akan mampu mem­­­berikan suplesi atau me­nambah debit air irigasi Sungai Dareh, yang akan mengairi ratusan hektar dan kolam ikan milik warga di Payakunbuh Selatan dan Kecamatan Pa­yakumbuh Timur. Pada mu­sim kemarau, debit air irigasi Sungai Dareh tak mampu menyuplai air areal persa­wahan di Payakumbuh Timur. (h/zkf)

Editor: Administrator

Terkini

Perguruan Thawalib Peringati Hari Disabilitas

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:44 WIB

Gubernur Sumbar Resmikan Surau Al-Ikhlas Taluak Agam

Sabtu, 4 Desember 2021 | 09:32 WIB

IKAD Pesisir Selatan Sambut Hangat PIWR Dharmasraya

Jumat, 3 Desember 2021 | 17:05 WIB
X