PA Kabupaten Solok: Kasus Istri Gugat Suami Tertinggi

Administrator
- Minggu, 18 Januari 2015 | 19:14 WIB

“Sesuai dengan program dari Mahkamah Agung, sisa perkara  yang ada di setiap pengadilan tidak boleh lebih dari 10 persen. Untuk tahun 2014, PA Koto Baru berhasil tuntaskan 99,04 persen per­kara, ini adalah prestasi bagi kita,” kata Ketua PA Kabu­paten Solok, Asfawi menjawab Haluan di Koto Baru  Jumat (12/1) lalu.

Dari informasi yang di­him­pun Haluan di Pengadilan Agama (PA), jumlah kasus perceraian yang masuk tahun 2014 mencapai 627 perkara, dengan rincian, kasus masuk ke PA di tahun 2014 berjumlah 611 perkara, dan 16 perkara lainnya merupakan sisa kasus cerai tahun 2013. Untuk tahun 2014, tingkat perceraian di Kabupaten Solok mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2013. Kasus cerai tersebut didominasi perkara cerai gugat atau gugatan cerai dari istri kepada suami.

Jumlah tersebut di­antara­nya, 274 perkara cerai akibat gugutan cerai yang diajukan istri pada suami, 118 perkara disebabkan permohonan cerai talak dari suami pada istri. Serta, ada 15 perkara Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga sudah diputus PA. “Akhir Ta­hun 2014 lalu, 621 perkara berhasil diputus, dan bersisa 6 perkara untuk tahun 2015,” papar Asfawi.

Asfawi menyebutkan, jum­lah perkara cerai tahun 2014 jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dimana, tahun 2013 lalu, PA Ka­bu­paten Solok menerima perkara masuk se­banyak 478 perkara, ditambah sisa perkara Tahun 2012 se­banyak 23 perkara. Sehingga, total perkara Tahun 2013 hanya 501 kasus per­ceraian, se­dang­kan yang ber­hasil diputus se­banyak 485 perkara dan bersisa 16 perkara. “Kalau perkara cerai itu ban­yak saja ma­salah­nya. Seperti cerai karena cacat biologis, krisis ekonomi, atau gangguan pihak ketiga,” Pung­kasnya. (h/ndi)

Editor: Administrator

Terkini

TP-PKK Agam Studi Komparatif ke Jambi

Selasa, 7 Desember 2021 | 20:56 WIB

Ketua PKK Kota Pariaman Serahkan Insentif Dasawisma

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:45 WIB

Bupati Agam: LGBT Ancaman Bagi Generasi Harapan Bangsa

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:02 WIB
X