Pemkab Pessel Optimalkan Fungsi PPI dan TPI

Administrator
- Rabu, 21 Januari 2015 | 19:08 WIB

“Sementara Pessel me­miliki fasilitas PPI dan TPI sebagai wadah bagi nelayan untuk mengelola hasil tangkap. Misalnya TPI Tarusan, TPI Carocok Painan, PPI Kam­bang. Tahun ini seluruh fasili­tas niaga ikan ini fungsinya dioptimalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait pe­rala­tan tangkap Pesisir Selatan menargetkan tahun 2015 dae­rah itu bebas dari perahu da­yung. Program itu juga didu­kung penuh Pemerintah Pro­vinsi Sumbar. Hampir 5.000 perahu dayung atau perahu layar masih dioperasikan nela­yan untuk melakukan aktifitas menangkap ikan di lautan.

Nasrul Abit Senin menye­butkan, perahu dayung amat berbahaya bagi nelayan. Nela­yan tidak bisa bergerak dengan cepat menghindari cuaca bu­ruk. Bila menggunakan perahu motor, maka resiko karam di laut akibat amukan badai dan gelombang besar lebih kecil.

Disebutkan Nasrul Abit, dengan masih banyaknya pe­rahu dayung juga menye­bab­kan produktivitas nelayan di daerah itu masih rendah. Bah­kan tercatat produksi perika­nan tangkap Kabupaten Pesi­sir Selatan cenderung rendah dan fluktuatif. Setiap tahun produksi perikanan rata rata hanya 29 ribu ton, padahal potensi lestari mencapai 100 ribu ton.

Fluktuasi produksi dapat dilihat melalui hasil tangkapan pertahun. Pada tahun 2005 produksi ikan sekitar 24 ribu ton, tahun 2006 sebanyak 26 ribu ton, 2007,hingga 2013 sekitar 25 ribu ton. Tahun ini juga diperkirakan sekitar 29 ribu ton

Pembangunan perikanan Pesisir Selatan pada beberapa tahun lalu memang pernah mengalami masa - masa tran­sisi. Misalnya terjadinya penu­runan produksi perikanan laut, terutama untuk nelayan de­ngan alat tangkap tradisional.

Namun menurut Nasrul Abit, setelah mengalami masa transisi, Pesisir Selatan telah berupaya untuk mengem­bali­kan, paling tidak ke posisi normal, dimana produksi peri­ka­nan bisa normal kembali.

“Laut kita punya potensi sangat besar. Jika kita hitung, potensi lestari perikanan  laut Kabupaten Pesisir Selatan  bisa mencapai 100 ribu ton pertahun. Namun potensi itu belum tergarap maksimal, Pessel baru bisa menggarap seperempatnya saja. Karena memang ada sejumlah per­soalan mendasar yang diha­dapi Pesisir Selatan selama ini,” ujar Nasrul Abit men­jelaskan.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

TP-PKK Agam Studi Komparatif ke Jambi

Selasa, 7 Desember 2021 | 20:56 WIB

Ketua PKK Kota Pariaman Serahkan Insentif Dasawisma

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:45 WIB

Bupati Agam: LGBT Ancaman Bagi Generasi Harapan Bangsa

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:02 WIB
X