Mantan Sekdakab Pessel Diperiksa Kejari Painan

- Rabu, 21 Januari 2015 | 19:28 WIB

Rosman ditetapkan sebagai tersangka  oleh Kajari Painan dengan Surat  No. 01.N3. 19./FD.1/10/20 14, tanggal 3 Oktober 2014, berdasarkan adanya temuan dugaan korupsi biaya makan dan minum  oleh  Badan Pemeriksa Keuangan Daerah (BPK RI) tahun 2012 lalu.

Menurut Jen Tanamal SH, Kejari Painan juga telah melakukan pemeriksaan lebih kurang terhadap 30 orang  saksi yang ada dalam lingkungan sekretariat Pemda Pessel. Kerugian negara bisa  saja bertambah  setelah ber­koordinasi dengan pihak BPK.

Setelah ekspos internal bisa saja tersangka bertambah jumlahnya. Kejari  Painan  saat ini tengah melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap tersangka yang tidak ditahan.

“Rosman Effendi tidak ditahan penyidik Kajari Painan, karena tidak ada perintah dari pimpinan di kejaksaan untuk dilakukan pena­hanan terhadap tersangka,” kata Jen­ta­namal, kasi Intel Kajari Painan.

Rosman Effendi tidak ditahan karena memiliki jabatan dan jelas tempat tinggalnya. Penyidik akan melakukan pemeriksaan lagi kepada tersangka jika tersangka memiliki waktu luang untuk diperiksa dan dia kooperatif mau untuk diperiksa.

Kejaksaan Negeri Painan, mene­tapkan Sekdakab. Pessel, H Rosman SE, SH, dengan masa jabatan perio­de 2008-2011, sebagai tersangka dugaan kasus korupsi biaya makan dan minum di lingkup Sekda Kabu­paten Pesisir Selatan.

Hasil pantauan koran ini, ter­sang­ka Rosman Effendi datang ke Kantor Kajari Painan, dengan Kijang Innova warna hitam BA 159 RE, didampingi seorang sopir satu ajudan dan dua orang pengacaranya, Eriyal SH dan Jonnedi SH. Dia  langsung memasuki ruangan Kasi Intel Kajari Painan untuk diperiksa.

Setelah pemeriksaan selesai, Rosman Effendi sempat panik, namun anehnya karena melihat banyak wartawan, akhirnya Rosman effendi melarikan diri dengan lewat pintu belakang Kantor Kajari Pai­nan. Terpisah, pengacara Rosman Effendi, yakni Eriyal SH ketika dikonfirmasimembenarkan ia men­jadi penasehat hukum Rosman Effendi dalam kasus dugaan korupsi dan makan minum di lingkup sek­retariat daerah yang diduga me­rugikan negara Rp114 juta.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Manajemen PLN UIW Sumbar Kunjungi PLTM Salido Kecil

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:07 WIB

Bupati Sutan Riska Disambut Hangat di Sumatera Selatan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:09 WIB
X