Korban Banjir di Pessel Kembali Ditemukan

- Selasa, 27 Januari 2015 | 19:13 WIB

Uyun  (45) salah seorang warga yang ikut melakukan pencarian menyebutkan, saat ditemukan ketika itu dia bersama warga sekitar sedang melakukan penyisiran disepanjang sungai. Lalu mencium bau menye­ngat, kemudian ia mencari sumber bau tersebut. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD M.Zain.

Banjir bandang ini sendiri diper­kirakan menimbulkan kerugian hing­ga miliaran rupiah. Kepala BPBD Pessel Pri Nurdin menyebutkan, kerugian terbesar akibat banjir ban­dang di Kecamatan IV Jurai disebab­kan rusaknya fasilitas umum. Selain itu diikuti oleh harta benda masya­rakat yang dihondoh banjir bandang.

Menurutnya, fasilitas umum yang rusak dengan nilai hampir mencapai Rp12 miliar adalah terdiri dari jembatan, jalan dan prasarana dasar lainnya di Nagari Salido sekitarnya. 15 jembatan mengalami rusak berat baik jembatan permanen maupun jembatan gantung. Jembatan tersebut untuk saat ini diperingatkan untuk tidak dipergunakan warga.

“Selanjutnya 8 unit rumah hanyut dengan nilai sekitar Rp 800 juta, ternak ayam yang mati berjumlah 4.690 ekor dengan nilai Rp200 juta, sawah gagal panen 132 hektar, kebun rusak 61 hektare. Total kerugian Rp18,5 miliar,” katanya.

Sementara itu, Untuk per­bai­kan  jaringan irigasi yang rusak akibat banjir bandang yang melanda Pessel dibutuhkan dana sebesar Rp 16,6 Miliar , akibat rusaknya irigasi memberikan imbas terhadap rusak­nya lahan pertanian milik ma­sya­rakat, kata  Kepala PSDA kabu­paten Pessel Yusdi Ali Umar

Setidaknya ada 6 titik jaringan irigasi yang rusak di Pessel yaitu, Irigasi Batang Jalamu Batang Ka­pas,Bungo Pasang Salido,Bayang, Painan Timur, Linggo Sari Baganti, Lunang, kemudian juga mengaki­batkan kerusakan sejumlah insfra­struktur  di Pessel dengan kerugian kontruksi Rp 1,39 Miliar dan tanggap darurat mencapai Rp2,6 Miliar.

Sedangkan untuk kebutuhan nor­maliasasi alur sungai yang rusak dan sering mendatangkan banjir  dengan kerugian Rp175 Juta, kemudian kebu­tu­han rehab rekon normalisasi alur su­ngai mencapai Rp2,6 Mil­iar, kata Rusdi.

Untuk perbaikan kerusakan batang jalamau di keca­matan Batang Kapas dibutuhkan dana Rp 14 Miliar , sedangkan untuk pembangunan semen­ tara dibutuhkan dana Rp 200 juta  melalui dana tanggap darurat. Keru­sa­kan jaringan irigasi itu sudah disampaikan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumbar.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Batu Kambiang Agam Vaksinasi 370 Warganya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:33 WIB

108 Hektare Lahan Sumbar tak Ada Kejelasan Hukum

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:45 WIB

Bupati Agam Hadiri Maulid Nabi di Nagari Malalak Barat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:24 WIB

Terpopuler

X