Warga IV Jurai Diimbau Jaga Hutan

- Minggu, 1 Februari 2015 | 19:16 WIB

“Dari pemantauan TNKS banjir bandang tersebut memang salah satunya dipicu oleh telah rusaknya hulu sungai dan berkurangnya daerah resapan air di kawasan hutan. Maka kedepan kami mengimbau warga di IV Jurai sebagai pusat kabupaten Pessel perlu menjaga hulu sungai dan kawasan hutan agar daerah resapan air tersedia dengan cukup dan bila hari hujan tidak menimbulkan bencana,” katanya.

Dia menyebutkan, menjaga hutan, hulu sungai dan Daerah Aliran Sungai merupakan kewajiban bersama. Penjagaan dari parat amat terbatas, maka yang paling utama adalah upaya menjaga hutan oleh warga.

Terpantau, warga IV Jurai Pesisir Selatan masih cemas akan terulangnya banjir bandang. Apalagi beberapa hari terakhir hujan masih saja mengguyur kawasan tersebut.

Arif Yumardi (43) warga Salido menyebutkan, semenjak kejadian banjir bandang warga yang bermukim di kawasan aliran sungai masih menyimpan rasa cemas terjadinya bandang. Bila hujan turun kecemasan tidak bisa dielakkan dari warga. “Ya, bisa dikatakan masyarakat masih trauma,” katanya.

Sementara itu selain menjaga hulu sungai, pemerintah berencana mengeruk seluruh muara sungai di IV Jurai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan. Ditenga­rai penyebab banjir bandang di Pessel pekan lalu pintu muara alami pendangkalan, penyempitan dan tersumbat. Sementara sungai yang mengancam pemukiman pendu­duk dan areal pertanian perlu di normalisasi.

Kepala Dinas PSDA Pessel Yusdi menyebutkan ada beberapa muara sungai yang perlu penanganan cepat di kawasan bekas banjir bandang agar kejadian serupa dapat dicegah. Misalnya muara Batang Salido, Muara Batang Painan, Muara Batang Jelamu, Muara Batang Lumpo dan Muara Bayang. “Kita tidak menampik jika banjir bandang kemarin salah satu pemicunya adalah sempitnya pintu muara. Maka terkait adanya pengusulan Anggota DPR RI Darizal Basir memasukkan pembiayaan normalisasi pintu muara kami dukung penuh,” katanya.

Menurutnya, dari informasi yang diterima, Darizal Basir usulkan dana rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab - rekon) pasca bencana banjir bandang untuk kawasan Salido, Sago Kecamatan IV Jurai melalui Fraksi Demokrat dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) tahun 2015.Usulan sebesar Rp87 milyar tersebut telah diterima dan masuk pada RAPBNP tahun 2015. (h/har)

Editor: Administrator

Terkini

Ormas NU Solsel Gelar Konferensi Cabang 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:09 WIB
X