SR Bantah Pecah Kongsi

- Senin, 2 Februari 2015 | 18:53 WIB

Kehadiran Syamsu Rahim yang nota bene merupakan politisi dan kader Partai Gol­kar ini, sontak me­ngun­­dang tan­da tanya bera­gam dari pengamat politik Sum­bar. Betapa tidak, sejak dua bulan terakhir, foto Syam­su Rahim  ber­sama tokoh partai beri­ngin lainnya yaitu Wagub  Muslim Kasim (MK) dan Bupati Tanah Datar  M. Shadiq Pasadigoe sudah terpampang di beberapa daerah di Sumbar.

Terpampangnya foto ketiga pa­mong senior ini dalam satu baliho dan spanduk, hampir dipastikan sebagai representasi adanya sebuah ikatan dan komitmen bersama untuk melangkah pada pilgub mendatang sebagai pasangan. Namun dengan mendaftar Syamsu Rahim ke partai Nasdem apakah menggambarkan trio beringin ini telah pecah kongsi dan jalan sendiri-sendiri?

Menanggapi hal itu, Syamsu Rahim kepada Haluan, Senin (2/2) membantah jika dirinya dengan MK dan Shadiq tidak lagi sejalan untuk pilgub mendatang. Menurutnya, hingga saat ini dirinya bersama MK dan Shadiq masih tetap saling berkomunikasi. “ Hingga kini kita tetap saling berkomunikasi kok, tidak ada istilah pecah kongsi. Kalau aturan sementara, setiap kandidat  kan harus mendaftar sendiri-sendiri tanpa pasangan,” tegasnya.

SR menyebutkan, Jika mengacu pada Perppu dan UU pilkada yang saat ini masih jadi pembahasan di DPR, untuk maju pada pilgub men­datang, tak satupun parpol yang ada di Sumbar berhak mengajukan calon dan kandidatnya sendiri, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain dalam menggaet dukungan mayori­tas dari pemilih di Sumbar.

Lantaran itu, pihaknya meman­dang mendaftar kepada parpol-parpol yang memiliki kursi di DPRD adalah sebuah hal yang wajar dilakukan oleh seluruh kandidat cagub. “Aturannya kan belum jelas, makanya kita mendaftar ke parpol yang sudah membuka pendaftaran untuk cagub. Dan untuk saat ini baru Partai Nasdem yang memberikan peluang,” tuturnya.

Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan jika ada partai lain yang membuka pendaftaran, dirinya juga akan mendaftarkan diri kepada partai bersangkutan. Begitupun halnya dengan MK dan Shadiq, SR memastikan kedua sahabatnya ini  tentu juga akan mendaftar kepada parpol-parpol yang ada. “Nanti keputusannya tetap kita serahkan kepada mekanisme dan ketentuan yang diatur oleh tim yang ada di partai bersangkutan. Termasuk menentukan arah koalisi,” bebernya.

M Shadiq Pasadigoe menyikapi men­daftarnya Syamsu Rahim ke Nas­dem sebagai dinamika politik, ber­bagai kemungkinan bisa saja ter­jadi. “Kami berkomitmen bertiga un­t­uk bangun Sumatera Barat kede­pan yang lebih baik,  namun kalau ada kei­nginan untuk maju sendiri itu ju­ga kewenangan masing-masing,” se­but M Shadiq Pasadigoe. (h/ndi/fma)

Editor: Administrator

Terkini

Baznas Agam Targetkan Zakat Rp11 Miliar Tahun 2022

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:16 WIB

Kapolda Sumbar Tinjau Vaksinasi Massal di Pasaman

Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:50 WIB
X