Kalapas Bukittinggi Disiram Bensin

- Senin, 2 Februari 2015 | 18:58 WIB

Dari penuturan Muji Wi­dodo, peristiwa itu terjadi seki­tar pukul 08.15 WIB. Awalnya setelah memimpin ucapara rutin di Lapangan Lapas Klas IIA Bukittinggi, dirinya langsung masuk ruangan untuk me­me­riksa berkas-berkas.

Belum lama berada di rua­ngan, mendadak muncul pelaku yang masuk ke ruangannya dan langsung duduk di hadapan Muji Widodo. Bahkan tanpa basa-basi pelaku mengeluarkan kata keras dan mengancam akan membu­nuh Muji Widodo, sam­bil me­me­gang sekitar satu liter bensin yang dibungkus plastik bening.

“Ketika saya berdiri, dengan cepat pelaku melempar bensin itu ke arah badan saya dan bensin dalam plastik itu mem­basahi baju dinas saya. Namun ketika pelaku ingin mengambil korek api untuk membakar saya, dengan cepat saya rampas korek apinya, sehingga saya selamat,” ujar Muji Widodo.

Tak puas dengan kegagalan itu, pelaku lalu mengambil kursi untuk dilemparkan ke korban. Namun lagi-lagi kor­ban meme­pet badannya ke arah pelaku yang membuat aksi pelaku kem­bali gagal.

Tak sampai di sana, pelaku semakin buas dan menyerang korban habis-habisan dengan tangan kosong. Bahkan aksi baku hantam itu terus terjadi ketika korban berada di luar ruangan untuk melarikan diri. Kejadian ini membuat korban mengalami luka lecet pada bagian bibir bawah sebelah kiri. Korban juga mengalami nyeri pada bagian tulang rusuk sebelah kiri.

“Ketika berada di luar rua­ngan, saya sempat minta tolong. Beruntung dua pekerja bangu­nan yang sedang mengecat mem­bantu saya. Namun tak disangka, pelaku kemudian mengeluarkan pistol dari dalam tas sandang yang dibawanya. Untung pistol itu macet, sehingga saya sela­mat,” ujar Muji Widodo.

Ketika Muji Widodo ber­hasil lolos, pelaku kemudian melampiaskan kekecewaannya kepada pegawai lain. Akibatnya, Kasi Tata Usaha Lapas Klas IIA Bukittinggi, Dedi Suhendri, juga sempat disiram bensin pada bagian muka.

Atas kejadian ini Muji Widodo melapor ke Polres Bukittinggi. Muji Widodo ketika berada di Mapolres Bukittinggi mengaku, tidak memi­liki dendam pribadi dengan anak buah­nya yang menjadi pelaku itu. Ia juga mengaku belum terlalu jauh meng­e­nal pelaku, dengan alasan dirinya baru sekitar tiga bulan menjadi Kalapas Klas IIA Bukit­tinggi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ormas NU Solsel Gelar Konferensi Cabang 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:09 WIB

Sinkron ke BPS, Nagari di Sumbar jadi Basis SID

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:30 WIB
X