1.000 Hewan Penular Rabies Akan Diberi Vaksin

- Selasa, 3 Februari 2015 | 19:05 WIB

“Begitupun sosialisasi ba­haya rabies. Kalau tahun 2014 kita hanya fokus kepada anak-anak sekolah, sebatas SD, kini diupayakan ke dinas-dinas dan instansi. Jadi sosialisasi anti rabies kita perluas skopnya, untuk semua lini,” kata Anang.

Kasus gigitan HPR di Kota Pariaman tahun 2014 masih cukup tinggi. Berdasarkan data UPTD Pusat Kesehatan He­wan dan Pos Inseminasi Bua­tan (IB) terjadi 117 kasus gigitan hewan. Dan dari jumlah tersebut 4 kasus positif ter­jangkit virus rabies, sisanya bebas virus rabies.

Rabies disebut juga penya­kit anjing gila. Rabies meru­pakan penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, atau dapat ditu­larkan dari hewan ke manusia.

Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kera, kucing, dan kelalawar. “He­wan yang menularkan virus rabies hewan yang sering kon­tak lang­sung dengan ma­nusia dan ba­nyak berada di ling­kungan rumah kita. Se­waktu-waktu bisa saja virus ini menu­lar pada manusia melalui gigi­tanya,” ujarnya. Masyarakat diimbau untuk melakukan vaksin anti rabies terhadap hewan peli­haraan­nya, seperti anjing dan kucing, karena memberi vaksin antira­bies kepada hewan peli­haraan, seperti anjing kucing, termasuk salah satu tindakan yang bijak dalam memperkecil risiko rabies. (h/tri)

Editor: Administrator

Terkini

Manajemen PLN UIW Sumbar Kunjungi PLTM Salido Kecil

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:07 WIB

Bupati Sutan Riska Disambut Hangat di Sumatera Selatan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:09 WIB
X