Perawat Cantik Dibunuh

Administrator
- Rabu, 4 Februari 2015 | 19:25 WIB

Perawat cantik itu dimakamkan, Rabu (4/2) di pandam pekuburan kaum usai men­jalani autopsi di RS Bhayangkara, Polri di Padang, Selasa (3/2).

“Jasad korban sampai di rumah duka, Rabu dini hari tadi. Dia dikebumikan di pandam pekuburan keluarga,” kata Masril salah seorang pihak keluarga korban.

Pihak keluarga, masih menunggu hasil autopsi yang akan keluar beberapa hari lagi. “Kami tidak percaya anak kami yang keluar rumah sehat ceria, pulangnya telah meninggal begitu saja. Kami yakin anak kami dibunuh, sengaja dido­rong pelaku. Kami akan lapor kasus ini ke Polda Sumbar,” ujar ayah korban, Muchtar.

Sementara itu, N yang diketahui oknum polisi berpangkat brigadir itu, merupakan teman dekat korban. Senin sore, korban dijemput ke rumah oleh N menggunakan avanza berwarna silver BA 123 SI. “Benar, N sudah dimintai keterangan oleh Propam Polres Pasaman. Hasil pemeriksaan dari Propam tidak bisa dibeberkan ke publik,” ujar Waka­polres Pasaman Kompol Sihana.

Termasuk investigasi kepolisian, belum bisa dibeberkan ke publik melalui media massa.

Dia menyarankan untuk konfir­ma­si lebih lanjut ke Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Rudi Munan­da. Ka­rena pihak Polres Pasaman sudah membentuk tim yang diketuai oleh AKP Rudi Munanda untuk men­dalami kasus tersebut. Sayang­nya, AKP Rudi Munanda tak meres­pon perkembangan lebih lanjut tersebut.

Mengenai oknum polisi berini­sial N, Wakapolres menegaskan, belum bisa menyatakan bersalah terhadap anak buahnya itu. Alasan­nya, dugaan awal versi kepolisian, korban Dewi itu bunuh diri. Penda­pat mereka juga diperkuat dengan hasil visum yang diadakan di RSUD Lubuksikaping dengan dr. Herman. “Kita tunggulah dulu hasil otopsi dari RS Bhayangkara keluar. Baru kita bisa melangkah lebih lanjut, apakah ini pembunuhan atau bunuh diri,” pungkasnya.

Informasi mengejutkan diberi­kan warga Panti yang menyaksikan kebe­radaan korban bersama N di lokasi kejadian. Korban dan N yang telah berpindah-pindah tiga titik tempat di  lokasi sekitar bendungan besar Panti-Rao itu, pada akhirnya bertengkar di pinggir jembatan bendungan tersebut. “Di sinilah kami tidak tahu, apakah korban menjatuhkan diri atau terdo­rong sehingga jatuh. Tapi yang pasti, mereka itu dalam kondisi berteng­kar,” ujar sumber Haluan yang minta namanya tak disebutkan

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wakapolda dan PJU Polda Sumbar Hadiri HUT Korpri ke-50

Senin, 29 November 2021 | 16:25 WIB

SUMDARSIN di Polda Sumbar Diikuti Sebanyak 10.448 Jiwa

Minggu, 28 November 2021 | 20:57 WIB

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon Hari Ini

Minggu, 28 November 2021 | 12:17 WIB

18 Dubes Timur Tengah Akan Kunjungi Sumbar

Minggu, 28 November 2021 | 11:05 WIB
X