TPI Bayangan Bermunculan di Pessel

- Minggu, 8 Februari 2015 | 19:28 WIB

Budi Permana (45), salah seorang pemerhati perikanan menyebutkan, fenomena munculnya TPI dan pelabuhan bayangan telah berlangsung lama. Misalnya di kawasan Tarusan, Surantiah dan Kambang, nelayan disana tidak memanfaatkan TPI yang dibangun pemerintah untuk urusan menjual ikan. Pemerintah sebaiknya menertibkan kegiatan seperti itu. TPI bayangan itu justeru muncul dekat dari TPI dan PPI yang dibangun pemerintah.

Kepala Dinas Perikanan Pessel Yoski W menyebutkan, ia mengaku prihatin dengan kemunculan TPI bayangan disejumlah tempat, namun pemerintah secara perlahan akan melakukan pembenahan. Pessel memiliki sejumlah TPI misalnya Carocok Tarusan, TPI Painan, TPI Surantiah dan PPI Kambang, namun TPI dan PPI tersebut belumlah dimanfaatkan secara baik.

Pemkab Pesisir Selatan mengajak nelayan disana memanfaatkan PPI (Pelabuhan Pendaratan Ikan) dan TPI yang ada. PPI Kambang misalnya merupakan sarana bagi para nelayan agar usaha penangkapan ikan dapat dikontrol pemerintah. Selain itu, PPI Kambang memiliki peran sangat penting untuk kesejahteraan nelayan.

“Kini pemahaman terhadap pentingnya manajemen pengelolaan hasil tangkap belum diketahui nelayan. Umumnya nelayan masih melakukan transaksi dan pengelolaan hasil tangkap secara tradisional,” katanya.

Disebutkan Yoski, seluruh fasilitas yang ada di PPI Kambang dapat dimanfaatkan nelayan. Misalnya TPI. Hingga kini masih banyak nelayan yang masih melakukan penjualan ikan ditempat yang tidak resmi. “Akibat dari itu, nelayan sering berada pada posisi yang tidak diuntungkan. Harga ikan kadang tidak berada pada harga yang layak,” katanya.

Selain itu PPI Kambang juga memiliki pabrik es. Pabrik es dengan kemampuan produksi 200 batang itu juga dipersiapkan untuk memudahkan nelayan mengelola ikan pasca tangkap. Nelayan tidak perlu lagi mencari es dengan harga yang relatif tinggi.

Salah seorang nelayan di Lengayang yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, ia merasa nyaman merapatkan kapal di pelabuhan tidak resmi dan menjual ikan. Prosesnya cepat, namun ia mengaku dipelabuhan tidak resmi itu pendapatannya tidak masksimal.

Selanjutnya Direktur LSM Swara Pesisir Rizal Mala menyebutkan, pemerintah seharusnya memperbaiki tataniaga hasil tangkap nelayan. Salah satunnya dengan memanfaatkan pelabuhan yang telah dibangun. “Hingga kini masih banyak nelayan yang belum mengetahui dan merasakan manfaat beraktifitas di TPI,” katanya. (h/har)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kapolda Sumbar Buka Diktuk Bintara Polri TA 2021

Senin, 26 Juli 2021 | 21:45 WIB
X