Masyarakat Garabak Data Sudah 2 Tahun Tak Dapat Pelayanan Medis

- Senin, 9 Februari 2015 | 19:24 WIB

Bidan yang bertugas selama ini di nagari terpencil tersebut kata dia, bidan bantuan dari Kementerian Daerah Terting­gal yang dikoorinasikan oleh Dinas Kesehatan Pemkab So­lok.

Akibat kondisi itu kata dia, jika ada penduduk sakit terpak­sa dibawa ke dukun kampung. Mirisnyalagi, ujar dia, ibu yang hendak melahirkan dilayani dukun beranak yang sudah tua.

“Ini pernah beberapa kali terjadi. Ada seorang ibu yang terpaksa melahirkan di tengah hutan,” katadia.

Diantaranya kata dia, war­ga­nya yang bernama Putri Wahyuni. Wanita ini mela­hirkan di tengah hutan dengan bantuan seorang dukun beranak.

Putri Wahyuni sendiri kata dia, sempat digotong dengan tandu oleh suami dan sanak keluarganya, berjalan kaki sejauh 15 kilo meter menelu­suri jalan setapak dari rumah­nya.

Keluarga hendak memba­wanya ke salah satu rumah bersalin di Kota Solok. Na­mun dalam perjalanan su­dah keburu melahirkan. Untung­nya ujar dia, proses persa­linanya dibantu dukun bera­nak yang masih ada di Nagari Garabak Data.

Selain Putri Wahyuni kata Pardinal, baru baru ini juga ada warga bernama Nurhayati yang hendak melahirkan ter­pak­sa digotong dengan tandu ke rumah bersalin di Kota Solok.

“Syukur Nurhayati bisa melahirkan dengan selamat walau melalui proses operasi di salah satu klinik bersalin di Kota Solok” kata dia.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Sumbar Butuh Tambahan Vaksin Covid-19

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:40 WIB
X