Diberi Pelatihan Kerajinan Tangan

- Senin, 9 Februari 2015 | 19:29 WIB

Tak hanya itu, warga bina­an yang rata-rata dulunya be­kerja sebagai wanita penghibur ini juga didik untuk taat ber­ibadah dan di tuntut pandai membacan Alquran. “Kita ingin, setelah keluar dari panti nantinya, mereka mampu hi­dup secara mandiri dan tidak lagi kembali kepada pekerjaan lamanya,” kata Syahbana, Ke­pa­la Panti Sosial Karya Wanita Andam Dewi Sukarami men­jawab Haluan, Senin (9/2).

Dari hasil penjualan hasil kerajinan itu, akan menjadi penghasilan tambahan bagi para warga panti. Karena apa­bila banyak peminat, mereka juga mendapat imbalan yang setimpal dari hasil kerja keras mereka. “Ini satu metode untuk memberikan penyadaran, ka­lau cari duit itu harus ber­usaha, bukan menjajal tubuh,” papar Syahbana.

Pihaknya menjelaskan, se­jak pagi menjelang salat subuh, para WTS di Andam Dewi digempleng dengan berbagai kegiatan. Selesai salat subuh, mereka diharuskan bertadarus. Selain itu, para warga binaan ini juga diharuskan menjaga kesehatan jasmani seperti ber­olahraga lari pagi dan seba­gainya.

“Disinini kita juga menga­dakan lomba mengaji atau MTQ satu 3 bulan sekali. Kalau mereka sudah bisa man­diri, agamanya kuat, saya rasa bisa berubah,” papar Syahbana.

Syahbana mengatakan, di areal Panti dengan luas sekitar 3 hektare yang didirikan sejak tahun 1980 silam ini, mampu menampung sekitar 40 orang. Namun, tahun ini hanya 17 orang WTS yang tersisa setelah dipulangkan akhir Tahun 2014 sebanyak 10 orang

Sementara itu, instruktur Panti  Emil mengatakan, da­lam ruangan jahit yang berada di lokasi panti itu, terdapat sekitar 40 unit mesin jahit dan bordir. Para WTS dilatih un­tuk membuat kerajinan tangan berupa keset, tempat tisu, sarung kursi, sarung bantal, yang kesemuanya berasal dari kain perca (sisa potongan kain). Bahkan, hasil karya para warga binaan ini telah me­miliki daya saing baik hingga bisa dijual ke Plaza yang ada di Sumbar.

“Semuanya kerajinan me­reka dibuat dari bahan yang sudah tidak dipakai, biasanya pak Kepala Panti yang bawa bahan dengan karung, dan hasilnya seperti yang terlihat,” papar Emil sembari memper­lihatkan puluhan hasil karya WTS Panti Andam Dewi.

Emil menyebutkan, satu orang warha binaan dapat menyelesaikan pembuatan satu keset perhari. Sedangkan untuk tempat tisu, dan sarung bantal  biasanya bisa diseles­aikan hingga 2 tempat tisu perhari.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Tiga Nama Mencuat Jabat Sekdakab Solok Selatan

Rabu, 4 Agustus 2021 | 23:29 WIB
X