Tersangka Sebut Mantan Bupati

- Kamis, 12 Februari 2015 | 19:33 WIB

Diceritakannya, dana ke­mi­traan PT Jamsostek un­tuk Koperasi Unggas Saiyo Luak Limopuluah, Kabupaten Limapuluh Kota muncul sete­lah adanya kesepakatan antara Bupati Amri Darwis dengan petinggi PT Jamsostek di Ja­kar­ta.

Semenjak itu, Bupati Lima­puluh Kota Amri Darwis ber­tin­dak sebagai mediasi dan fasilitator untuk pertemuan antara PT Jamsostek dengan Koperasi Unggas Saiyo. “Bu­pa­ti yang memfasilitasi selu­ruh pertemuan antara PT Jam­sos­tek dengan Koperasi Ung­gas Saiyo. Saya hanya menja­lankan instruksi dari pusat untuk pertemuan terse­but,” jelasnya.

Dalam memenuhi pang­gil­an lanjutan, Abda Wai­za men­da­tangi Kejaksaan Negeri Paya­kum­buh langsung dari Tan­ge­rang tanpa didampingi kuasa hukumnya. Dalam peme­rik­saan hampir selama 8 jam oleh penyidik kejaksaan, Abda Wai­za langsung dilakukan pena­hanan.

Sementara, Kepala Kejak­saan Negeri Paya­kum­buh Has­bih serta Kepala Seksi unit Tindakan Korupsi Taufikul Amral menjelaskan, Abda Waiza sudah lama menyan­dang status tersangka dalam korupsi PT Jamsostek atau yang saat ini bernama PT BPJS. “Ia di tahan setelah kita memiliki cukup bukti yang kuat. Sebelum  di tahan, ter­sang­ka diajukan 30 perta­nya­an terkait Dana Kemi­traan PT Jamsostek dita­hun 2010 lalu. Begitu juga, dalam peme­rik­saan, tersangka juga sebut nama Bupati yang menjabat ditahun itu,”ujar Kepala Kejak­saan Negeri Payakum­buh Has­bih serta Kepala Seksi unit Tindakan Korupsi Taufikul Amral serta Jaksa Fungsional Rikardo Simanjuntak.

Dikatakannya, kejaksaan akan terus melakukan pengem­bangan terhadap tin­da­kan korupsi tersebut. Sampai saat ini, sudah ada 3 tersangka di tahan oleh kejaksaan. “Kete­rangan tersangka akan terus kita kembangkan. Tidak ke­mung­kinan adanya tersang­ka lain,” tegas mereka.

Tindakan korupsi dana kemitraan PT Jamsostek, ber­a­­wal dari adanya dana pinja­man oleh PT Jamsostek untuk Koperasi Unggas Saiyo pada tahun 2010 lalu senilai Rp 5,8 Miliar. Menurut rencana, dana kemitraan tersebut digunakan oleh koperasi beranggotakan 1167 orang untuk membangun pabrik kertas telur.  Tetapi, dalam perjalanannya, pemba­ngunan pabrik kertas telur jadi terbengkalai hingga masuk dalam ranah hukum. (h/ddg)

Editor: Administrator

Terkini

Ir. Jetson, MT Dilantik jadi Pj Sekda Agam

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:42 WIB

Manajemen PLN UIW Sumbar Kunjungi PLTM Salido Kecil

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:07 WIB

Bupati Sutan Riska Disambut Hangat di Sumatera Selatan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:09 WIB
X