Wabup: Jangan Tuding Warga Lakukan Kriminal

- Kamis, 12 Februari 2015 | 19:52 WIB

Dia berpandangan, misi pertama dibangunnya negara adalah mewujudkan kese­jahteraan masayarakat. Ja­ngan sampai pemerintah me­nge­luarkan kebijakan yang justru kontra produktif, yang mengakibatkan masyarakat melarat karena kehilangan mata pencaharian.

Walau aktivitas penam­bangan emas ilegal di Solsel dilarang oleh undang-undang, namun menurut Abdul Rah­man tidak boleh diklaim mereka melakukan tindakan kriminal. Namun harus dilihat per­soalannya.

“Yang perlu di­la­kukan untuk m­e­mecahkan ma­salah tambang emas ile­gal, Pem­kab Solsel, pihak terkait dan pemerintahan yang lebih ting­gi meresponnya dengan m­e­lihat secara komprehensif untuk mencari solusinya, agar masalah itu bisa diwadahi, bagaimana bisa legal. Tidak mungkin aktivitas penam­bangan emas dihentikan kare­na merupakan sumber daya alam Solsel. Itu saja peme­cahan masalahnya,” jelasnya.

Kalau sudah ada atur­an­nya bagaimana penambangan emas itu menjadi legal, baru bisa diatur mengenai dampak lingkungan, bagaimana agar aktivitas penambangan tidak merusak lingkungan, bagai­mana pendapatan asli daerah dari sektor itu dan sebagainya.

“Kalau belum ada wadah­nya, bagaimana mau menga­turnya. Dulu sudah ada razia tambang ilegal. Tapi, razia berhenti, masyarakat mulai lagi menambang. Apakah kita akan terus menerus berha­dapan dengan persoalan se­perti ini,” sebutnya.

“Saya hanya minta para penambang berhati-hati menambang ka­re­na sudah banyak korban, tapi saya bukan menyuruh. Saya juga tidak be­rada pada posisi bisa menghentikan aktivitas pe­nam­bangan ilegal terse­but, karena dibutuhkan ban­yak instansi, pihak terkait yang harus terlibat menye­lesaikan masalah ini,” ung­kapnya.

Pemkab Solsel, kata Ab­dul Rahman, mesti memi­kirkan jalan keluarnya. Con­tohnya, membangun infra­struktur jalan-jalan produksi, agar masyarakat kembali me­ngolah lahan bercocok tanam karena lahan untuk itu cukup luas di Solsel.

“Tanah kita kan subur. Kalau semua orang mau ber­cocok tanam, membikin pe­r­kebunan rakyat seperti kelapa sawit, karet, dan setiap orang punya kebun dua atau tiga hektare, maka sama saja de­ngan punya tambang emas, dengan besarnya penghasilan dari bercocok tanam. Namun hal itu belum berjalan,” ka­tanya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pessel Gelar Bakti Sosial Donor Darah di KPPN

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:46 WIB

Meningkatkan Produksi Padi dengan Teknik SRI

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:22 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 di Agam Mencapai 7.569

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:40 WIB

Bertahan dari Pandemi Covid-19, UMKM Harus Go Digital

Senin, 18 Oktober 2021 | 10:44 WIB

Harga Mulai Stabil, Petani Karet di Pasaman Senang

Senin, 18 Oktober 2021 | 08:09 WIB

Tercatat 9.872 Pelaku UMKM di Solok Selatan 

Senin, 18 Oktober 2021 | 04:13 WIB

Solok Selatan Kembangkan 9 Nagari Tageh

Senin, 18 Oktober 2021 | 01:30 WIB

MTsN Padang Panjang Juara Umum Ajang Holistic DEI

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:55 WIB

Terpopuler

X