Pihak Koperasi Belum Tersentuh Hukum

- Jumat, 13 Februari 2015 | 19:55 WIB

Hal senada disampaikan Nedi Rinaldi,  salah satu pemerhati hukum Luak Limopuluah. Menurutnya, secara hukum pihak Koperasi Unggas Saiyo Luak Limopuluah ikut bertanggung jawab atas dana bantuan tersebut.

Pasalnya, koperasi dengan struktur pengurus  Yos Sariadi (Ketua) yang juga anggota DPRD Limapuluh Kota, Sekretaris Wirman Dt Pangeran  dan Bendahara Rizal Jailinus merupakan pihak yang  memanfaatkan  dana bantuan tersebut untuk membangun pabrik kertas telur.

Sejak awal rencana pembangunan pabrik kertas telur, pihak koperasi telah  berupaya mengelabuhi agar dana CSR tersebut bisa dicairkan dengan mulus. Seperti adanya syarat dari PT Jamsostek sebelum dana didapatkan oleh koperasi, yakni koperasi harus menyediakan tanah bersifat hibah.

Tetapi dalam perjalannya,  pihak koperasi malah memanfaatkan dana PT Jamsostek untuk pembelian tanah. Untuk mendapatkan tanah tersebut, koperasi   menjanjikan kepada pemilik agar pembayaran dilakukan setelah  dana dari PT Jamsostek dicairkan.

Tak hanya itu, pihak koperasi  juga melakukan penggelembungan harga terhadap pembangunan gedung pabrik kertas telur serta akses jalan sepanjang lebih kurang 200 meter menuju lokasi pabrik. Seperti diakui Yos Sariadi, setidaknya sudah Rp900 juta dari Rp5,8 Miliar telah dicairkan. Rp 500 juta diantaranya dimanfaatkan untuk tanah serta fisik pabrik. (h/ddg)

Editor: Administrator

Terkini

Solok Selatan Kembangkan 9 Nagari Tageh

Senin, 18 Oktober 2021 | 01:30 WIB

MTsN Padang Panjang Juara Umum Ajang Holistic DEI

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:55 WIB

Wako Padang Panjang Lantik Pengurus MKKS SMP

Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:37 WIB
X