Belasan Ton Bahan Batu Akik Dipamerkan

- Jumat, 13 Februari 2015 | 19:56 WIB

Menurut dia, kegiatan pa­meran akan diikuti 200 stan, sekaligus dilakukan kontrak kerja pemasaran batu akik antara asosiasi batu akik Suliki dengan pihak perantau yang akan memasarkan produksi batu akik pada dua propinsi bertetangga. Selain itu, pa­meran dimeriahkan dengan orgen tunggal setiap hari yang didukung artis lokal.

Informasi yang diperoleh, batu akik keluaran Suliki diproduksi dengan berbagai variasi, mulai dari cincin, kalung dan gelang tangan, juga dibuat sebagai permata ikat pinggang. Utamanya pada tiga kecamatan penghasil batu akik, selain Suliki, juga Gu­nung Omeh dan Kecamatan Bukik Barisan, sebut tokoh muda Pandam Gadang itu.

Menurut Ketua Asosiasi Batu Akik Lumuik Suliki itu, penyelenggaraan pameran ba­tu akik ini dibantu berbagai kalangan. Pihaknya juga minta pengrajin untuk meningkatkan kualitas batu akik keluaran tiga kecamatan itu.

Sementara Yuli, penam­bang bahan batu akik dihu­bungi terpisah menyebutkan, Suliki, Gunuang Omeh dan Bukik Barisan memiliki po­tensi besar batu akik. Kini batu akik (gemstone) bisa dijadikan kiriman, oleh-oleh, merchandise, bahkan komoditi jualan yang berharga.

Harganya kini tak tanggung-tanggung lagi, sudah dihitung enam sampai tujuh digit. Batu akik jenis solar ditawarkan pedagang Rp500 ribu di Kurai, kemarin. Soal aktivitas masyarakat di Suliki dan sekitarnya, sudah menjadi pameo, “ladang dan sawah digarap pagi, siang sampai malam menggali batu.”

Aktivitas warga di se­pan­jang Bukit Suliki yang meman­jang dari Kecamatan Akabi­luru, Suliki sampai ke Keca­matan Gunuang Omeh, Kabu­paten Limapuluh Kota, sudah mem­batu. Perajin terus ber­tumbuh.

Di sepanjang jalan Tan Malaka yang memanjang ham­pir 50 km dari Kota Paya­kumbuh sampai ke Keca­ma­tan Gunuang Omeh itu, bunyi mesin gerinda batu tak hen­tinya siang dan malam. Ada perajin yang bekerja mengasah batu pesanan konsumen. Ada pula yang mengejarkan target batu jualan yang dijual per kodi. Potensi ini, sudah lama diso­rakkan masyarakat ke pe­me­rintah setempat untuk disikapi. Tapi, sampai hari ini, tak se­cuilpun pemerintah ber­sikap. Entah, ada anggaran untuk mendukung kegiatan ma­sya­rakat atau tidak. Pas­tinya, kini masyarakat maju dengan usaha dan modal sen­diri. Bantuan pemerintah lewat Koperindah masih terbatas.  (h/zkf)

Editor: Administrator

Terkini

Baznas Agam Targetkan Zakat Rp11 Miliar Tahun 2022

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:16 WIB

Kapolda Sumbar Tinjau Vaksinasi Massal di Pasaman

Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:50 WIB
X