Imigran Gelap Masuk Dari Medan

- Jumat, 13 Februari 2015 | 19:58 WIB

Menurutnya, dari Padang mereka naik mobil sewaan hingga sampai di Bayang. Dari Bayang berjalan menuju Selayang Pandang karena kapal yang akan mengangkut mereka ke Australia bakal merapat di sana.

Imigran asal Myanmar dan Bangladesh yang ditangkap itu berjumlah 24 ditambah 2 awak kapal. Imigran tersebut adalah MD. Hazrat Ali (Myan­mar), Rahul Alamin (Bangladesh), MD. Monir,Shahidullah Islam, Moham­mad, Amzah Hossan, Abu Bakar, Muhammad Mamun Rashid, Abdul Razak, Muhammad Ashaduzzaman, Abdul Hakim, Sholal Rana, Mo­ham­mad Monir Hossain, Kamrul, Mohammad Khokon, Basar, Mu­hammad Akhyil, Mohammad Zo­mi, Tohai, MD Najmul, MD. Qnei, Ali Noor Mohammad.

Sementara, Kepala Kantor Wila­yah Kementrian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kanwil Kemen­kumham) Sumatera Barat, Supryadi kepada Haluan, Jumat (13/2) kema­rin mengatakan, keberadaan imi­gran gelap di Sumbar ini memang sulit untuk terdekteksi karena mela­lui jalur illegal. Adanya oknum yang bermain di belakang juga menyu­litkan langkah Kemenkumham.

“Mereka masuk bukan melalui pintu masuk resmi ke Sumbar seper­ti Teluk Bayur dan BIM. Ini menyu­litkan pihak kita untuk mende­teksinya. Dikatakan kecolongan tentu ia karena tiba-tiba mereka sudah merapat saja ke tempat kita,” terang Supryadi.

Ia melanjutkan, sejauh ini pihak­nya terus melakukan koordinasi dengan pihak keamanan terakit seperti Kepolisian, Lantamal, TNI dan pihak lainnya untuk melakukan pengamanan Sumbar terutama dari orang asing.

“Satu bulan sekali kita selalu mengadakan rapat dengan pihak kemanan terkait dengan orang asing ini. Rapat ini salah satu langkah untuk mencegah masuknya imigean gelap seerti ini ke Sumbar,” tu­kasnya.

Selain itu, Supryadi juga menge­luhkan tidak adanya rumah ditensi yang memadai bagi imigran gelap yang tertangkap.  Kalau pun ada kondisinya cukup memprihainkan dan terbilang sempit. “Rumah diten­si imigrasi yang kita punya hanya memuat kapasitas kecil yang hanya bisa menampung 15 orang saja. Untuk kondisi saat ini terpaksa kita menumpangkan ke 24 imigran ini di Bukittinggi. Nanti kalau di hotel mereka bisa kabur,” paparnya.

Ditambahkannya, nasib 24 imi­gran ini masih memunggu proses lanjutan oleh Kemenkumham se­belum­nya nantinya dipindahkan ke rumah detensi imigrasi di Pekan­baru sebelum nanti dipulangkan ke negaranya masing-masing. (h/har/mg-isr)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Manajemen PLN UIW Sumbar Kunjungi PLTM Salido Kecil

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:07 WIB

Bupati Sutan Riska Disambut Hangat di Sumatera Selatan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:09 WIB
X