Pasar Wisata Jadi Sentra Batu Akik

- Selasa, 17 Februari 2015 | 20:05 WIB

 

Menurut Yasril, lokasi Pa­sar Wisata itu cukup me­nam­pung sekitar 100 pedagang batu akik. Jumlah ini menu­rutnya belum cukup menam­pung seluruh pedagang batu akik yang telah mendaftar di Dinas Pengelolaan Pasar Bu­kit­tinggi, yang totalnya berjum­lah sekitar 120 pedagang.

Dalam pemanfaatan Pasar Wisata, pedagang dikelom­pokan menjadi tiga bagian jenis usaha, diantaranya pedagang yang hanya mengasah batu, pedagang yang menjual barang jadi, serta pedagang yang khu­sus menjual batu bongkahan.

“Kami akan terus mem­benahi Pasar Wisata itu, agar lebih menarik dan banyak dikunjungi orang, baik pem­benahan listrik, air, kebersihan dan yang lainnya. Karena bisnis batu akik saat ini menjadi trend orang banyak, kami yakin prospeknya juga akan bagus,” jelas Yasril. Yasril menam­bahkan, un­tuk saat ini para pedagang batu akik yang ber­jua­lan di Pasar Wisata itu tidak akan dipungut retribusi selama dua minggu ke depan. Setelah itu, Dinas Pengelolaan Pasar Bukittinggi akan memungut retribusi bagi para pedagang, sesuai kese­pakatan yang akan diambil nantinya.

Sementara itu, pelaku wisa­ta Bukittinggi Febby Dt Bang­so mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah untuk memanfaatkan Pasar Wisata yang selama ini tak terurus menjadi Sentra Batu Akik. Menurutnya, hal ini merupa­kan terobosan kreatif peme­rin­tah yang patut didukung bersama. “Tentu saja ini akan ber­dampak besar bagi Kota Bukit­tinggi. Tapi patut kita kaji bersama, dampaknya tentu ada yang positif dan ada yang negatif. Positifnya, sentra batu akik ini akan menambah warna baru bagi Kota Bukittinggi, sehingga para pemburu batu akik akan berkumpul disana,” ujar Febby.

Namun dari segi negatifnya menurut Febby, kawasan Pasar Atas Bukittinggi akan ber­tambah ramai dan secara oto­matis potensi macet akan me­ning­kat, sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengan­tisipasinya.

“Seharusnya, sentra batu akik ini tidak berada di Pasar Atas, karena kosentrasi kera­maian akan terus berada di kawasan Pasar Atas. Kita me­ngin­ginkan Sentra Batu Akik ini dibangun di tempat baru, sehingga kosentrasi keramaian bisa diurai. Menurut saya, Gedung Banto Trade Center juga cocok untuk dijadikan Sentra Batu Akik ini,” tutur Febby. (h/wan)

Editor: Administrator

Terkini

Manajemen PLN UIW Sumbar Kunjungi PLTM Salido Kecil

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:07 WIB

Bupati Sutan Riska Disambut Hangat di Sumatera Selatan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:09 WIB
X