250 Hektare Areal Persawahan Terancam Kekeringan

- Jumat, 20 Februari 2015 | 19:30 WIB

Salah seorang Ketua Ke­lom­pok Tani Parik Panjang Permai, Syamsul Bahri, Jumat, (20/2) mengatakan, jebolnya DI Antokan  Bandar Baru sangat mengancam areal per­tanian masyarakat di wilayah Lubuk Basung . Diperlukan langkah cepat agar tidak terjadi dampak yang besar bagi petani.

“Sebagian besar masya­rakat kehidupannya sangat bergantung pada pertanian. Jadi, jika pasokan air kurang akibat kerusakan irigasi petani akan menjerit,” katanya.

Menurut Syamsul Bahri, masyarakat sangat me­ngingin­kan perbaikan seperti yang dilakukan pada Bandar Usang yang sudah diperbaiki tahun 2013. Pada tahun 2015 ini proyek perbaikan  aliran Ba­dar Baru, kabarnya bakal diker­jakan. Namun, hingga saat ini hal tersebut rea­liasasinya tidak ada.

“Instansi terkait  yang berwenang melakukan pe­ngerjaan dikabarkan masih ragu melakukan perbaikan. Perusahan luar  tidak perlu ragu dan takut, bekerja di Lubuk Basung. Tokoh mas­yarakat Lubuk Basung, dan kelompok tani siap mengawal perbaikan asalkan dikerjakan dengan benar,” ungkapnya.

Sekretaris UPT PU  Keca­matan Lubuk Basung, Salnaldi didampingi PPL Pertanian, Herlina, mengaku, telah me­ninjau kerusakan DI Antokan Bandar Baru. Menurutnya lokasi ini memang sangat rawan, dan harus sesegera mungkin untuk diperbaiki.

“Saya sudah melihat secara langsung. Kerusakannya cu­kup parah.  Diperlukan perbaikan secepat. Tetapi per­baikan itu bukan kewenangan kabupaten, namun Direktorat Jendral Sumber Daya Air  Satker Balai Wilayah Sungai Sumatera V,” jelasnya. (h/yat)

Editor: Administrator

Terkini

7 Fraksi DPRD Solsel Sepakati Ranperda RPJMD 2021-2026

Rabu, 22 September 2021 | 14:11 WIB

DPMD Kota Pariaman Siap Fasilitasi Desa Dirikan BUMDes

Selasa, 21 September 2021 | 22:10 WIB

PLN Mobile Goes to School di MAN 1 dan 2 Bukittinggi

Selasa, 21 September 2021 | 11:47 WIB

Pembangunan Reservoar di Pariaman Dimulai

Selasa, 21 September 2021 | 11:28 WIB
X