Daerah Tangkapan Air Danau Singkarak Kritis

- Minggu, 22 Februari 2015 | 18:40 WIB

Dikatakan Syamsu Rahim, luasnya lahan kritis daerah tangkapan air Danau Singkarak telah berdampak terhadap fluktuasi permukaan air danau. Pada musim penghujan, sering terjadi banjir di sepanjang sempadan danau. Pada musim kemarau air danau turun hingga 4 meter. Perbedaan muka air danau ini akan mempengaruhi pemijahan ikan danau. Luasnya lahan kritis juga mengakibatkan tingginya laju erosi dan sedimentasi yang berpengaruh terhadap kualitas air danau.

Kualitas air danau ini juga diperparah dengan aktiftas masyarakat dalam budidaya ikan nila dengan menggunakan jala apung. Budidaya ikan nila ini ternyata memeperbanyak populasi fitoplangton yang menyebabkan berkurangnnya oksigen dipermukaan danau.

Disamping itu, pakan ikan juga memperparah pencemaran air danau karena  konsentrasi kandungan dalam pakan ikan dalam keramba jaring terapung, seperti fosfor, belerang, nitrit, dan nitrogen. Pencemaran air Danau Singkarak itu pada akhirnya juga  akan mengganggu populasi ikan bilih.

Untuk itu, Syamsu Rhim mengingatkan masyarakat sekitar danau untuk tidak menjadi manusia yang berfikiran singkat karena akan memberikan dampak yang besar pada generasi mendatang, beberapa pencemaran yang mengakibatkan matinya icon Singkarak akan memberikan kerugian yang besar bagi generasi mendatang dan masyrakat di sekitar danau Singkarak saat ini.

Sementara Direktur Utama Pertamina EP Cepu, Ambril Tahaib Mandaling, menuturkan,  Pertamina EP Aset Field Cepu berkerjasama dengan Korem 032 Wirabraja Sumbar melakukan penghijuan di Kecamatan X Koto Singkarak, Kenagarian Muaro Pingai, Kabupaten Solok.

Ia menjelaskan, program penghijuan ini sudah tiga kali dilakukan di Sumbar, terutama di Kabupaten Solok. Penghijuan yang dilakukan di Kabupaten Solok menanam bibit pohon dari berbagai jenis yang menguntungkan masyarakat.

Sedangkan porgram penghijuan untuk seluruh Indonesia sebanyak 100 juta pohon yang akan ditanam, aksi penanaman pohon dan penyelamatan lingkungan adalah langkah baik untuk tetap melestarikan lingkungan. Sebab dewasa ini kerusakan lingkungan yang disebabkan oknum tidak bertanggungjawab berkontribusi cukup besar.

“Jika tidak dilestarikan, alam ini akan semakin rusak, kalau bukan kita siapa lagi. Dan saya cukup bangga atas antusias warga Jetak dan pelajar di sekitar lokasi. Bahkan sejak pagi sudah berada di lokasi untuk ikut menanam pohon,” ujarnya Sementara itu, Komandan Resor Militer (Danrem) 032/Wirabraja, Brigadir Jenderal TNI Widagdo Hendro Sukoco, menyatakan, kegiatan penghijuan sudah tiga kali di Sumbar bekerjasama dengan PT Pertamina. Korem Sumbar mendukung penghijuan yang dilakukan Pertaminan di Sumbar.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Baznas Agam Targetkan Zakat Rp11 Miliar Tahun 2022

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:16 WIB

Kapolda Sumbar Tinjau Vaksinasi Massal di Pasaman

Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:50 WIB
X