Mahasiswa Bunuh Diri di Garasi

- Minggu, 22 Februari 2015 | 18:56 WIB

Alumni SMK itu ditemu­kan tewas tergantung dalam ruko kecil berukuran 2,5 x 3 meter itu, dengan meng­guna­kan seutas tali jemuran. Dia pertama kali ditemukan oleh ibu dan ayahnya.

“Davit minta kunci garasi kepada saya, dia ingin ambil sepatu olahraganya di dalam itu. Waktu itu sekitar pukul 06.30 WIB. Namun, sudah setengah jam berlalu, dia tidak balik muncul mengantar kun­ci. Ketika saya lihat, rupanya anak saya sudah dalam kondisi ini,” terang Bertaliani (49), ibu korban dalam laporan kepada kepolisian.

Kaget alang kepalang, ibu korban berteriak histeris dan meminta tolong kepada salah seorang tetangga Rubayat. Jasad pria kelahiran 1994 itu pun diturunkan pihak keluar­ga dan dibawa ke RSUD Lu­buksikaping. “Tubuhnya ma­sih panas, namun dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Anak saya sudah tiada,” lan­jutnya.

Ayah korban, Af, dan ibu korban Bertaliani, tidak me­nyangka anaknya nekad me­ngakhiri hidup dengan cara seperti itu. Selama ini, anaknya tidak ada masalah, baik mental, kesehatan dan masalah ku­liah. “Malam minggu kemarin, Davit masih pergi ke konter, seperti biasa. Bahkan hari Jumat (20/2) kemarin, dia pergi ke Bukittinggi ke tempat fa­mili,” terangnya. Pihak Ke­polisian Resort Pasaman mem­benarkan ma­suknya laporan tentang kasus bunuh diri pada Minggu (22/2) kemarin dengan nomor laporan LP/31/II/2015/SPKT Res Pasaman.

Kapolres Pasaman AKBP Agung SW melalui Waka­polres Kompol Sihana me­nye­butkan, kasus tewasnya Davit, murni gantung diri. Hasil visum dite­mukan jejak tali melingkar di leher. Di lokasi kejadian, polisi mene­mukan seutas tali jemu­ran sepanjang 2 meter, gunting, gembok dan kunci garasi. “Kasus dalam proses penye­lidikan. Dugaan semen­tara, mur­ni bunuh diri,” ka­tanya.(h/col)

Editor: Administrator

Terkini

Tiga Nama Mencuat Jabat Sekdakab Solok Selatan

Rabu, 4 Agustus 2021 | 23:29 WIB
X