Gedung Nasional Muarolabuh Terbakar

- Senin, 23 Februari 2015 | 19:00 WIB

Sumber api, kata Dalwison, belum diselediki, namun diduga kuat karena korsleting listrik. “Kami tidak menemukan sumber api lain selain korsleting, sebab di dalam gedung kami menemukan banyak kabel yang terkelupas. Dugaan sementara, api berasal dari plafon loteng atas yang kemudian menye­bar ke bawah,” ujarnya saat dihu­bu­ngi Haluan via sambungan telepon.

“Gedung tidak ada yang menga­wasi. Api diketahui pertama kali oleh masyarakat yang melewati lokasi itu, yang kemudian dila­porkan ke pos pemadam kebakaran yang berada tak jauh lokasi tersebut,” katanya lagi.

Lebih lanjut Dalwison menga­takan, sekitar 100 lebih personel gabungan diturunkan untuk untuk memadamkan api. Personel gabu­ngan tersebut terdiri dari BPBD, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, Polri dan TNI. Pemadaman api juga dibantu oleh pihak Bank Nagari yang gedungnya bersebelahan de­ngan Gedung Nasional tersebut. Ma­syarakat sekitar lokasi kejadian juga ikut membantu memadamkan api.

“BPBD menurunkan 4 mobil pemadam kebakaran, yakni 2 dari Muarolabuh dan 2 dari Padang Aro. Total anggota pemadam yang terjun ke lapangan memandamkan api sebanyak 36 orang. Kendala yang kami hadapi saat pemadaman keha­bisan air. Dua mobil pemadam dari Muoarlabuh kehabisan air. 2 mobil tersebut mengisi air ke sungai ter­dekat. 1 mobil berhasil keluar membawa air, sedangkan 1 mobil lagi terbenam dan belum keluar dari sungai. Sementara dua mobil dari Padang Aro menuju lokasi dengan rentang waktu tempuh 45 menit, api diketahui membesar lagi. Meski dua terlambat datang, namun api dapat dipadamkan tidak sampai 1 jam dari kejadian bermula. Terhitung sejak petugas pemadam tiba, api dipa­damkan dalam rentang waktu 15 menit,” tutur Dalwison.

“Setelah api dipadamkan petu­gas gabungan membersihkan gedung dari puing-puing di dalam gedung,” tambahnya. Para pejabat pemerintah di Sol­sel, seperti Bupati Muzni Zakaria, Wakil Bupati Abdul Rah­man dan anggota DPRD Solsel, turun ke lokasi kejadian untuk memeriksa keadaan.

Gedung Nasional Muarolabuh merupakan fasilitas umum miliki Pemerintah Kabupaten Solsel yang digunakan untuk berbagai kegiatan seperti penampilan kesenian, rapat dan fungsi sebagai gedung perte­muan lainnya. Kata Dalwison, ged­ung ini keesokan harinya akan digunakan untuk Musyawarah Ren­cana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang akan diha­diri oleh pihak-pihak terkait terma­suk anggota DPRD Solsel. (h/dib)

Editor: Administrator

Terkini

7 Fraksi DPRD Solsel Sepakati Ranperda RPJMD 2021-2026

Rabu, 22 September 2021 | 14:11 WIB

DPMD Kota Pariaman Siap Fasilitasi Desa Dirikan BUMDes

Selasa, 21 September 2021 | 22:10 WIB

PLN Mobile Goes to School di MAN 1 dan 2 Bukittinggi

Selasa, 21 September 2021 | 11:47 WIB

Pembangunan Reservoar di Pariaman Dimulai

Selasa, 21 September 2021 | 11:28 WIB
X