Ratusan Warga Jorong Kabun Datangi Kantor Bupati Sijunjung

- Selasa, 24 Februari 2015 | 19:30 WIB

Tidak hanya itu, ratusan massa juga menuntut agar Pemerintah Kabupaten untuk segera merealisasikan janji untuk perbaikan infrastruktur di Jorong tersebut. Aksi demo warga ini mendapatkan pengawalan khusus dari aparat kepolisian. Tidak hanya warga Jorong Khusus Kabun saja, dalam aksi ini juga turut serta HMI, MPS dan Organisasi Pemuda kabun (OPK).

Selain meminta Pemkab memperbaiki infarstruktur jalan di jorong tersebut, dalam aksinya, massa juga meminta agar pemilihan Kepala Jorong Kabun dilakukan secara demokrasi atau pemilihan langsung oleh warga. Mengingat selama ini Kepala Korong yang menjabat bertindak tidak memihak kepada warganya.

Aksi sempat memanas, saat rombongan warga yang tiba di Kantor Bupati Sijunjung. Pasalnya, disini, mereka tidak bisa menemui Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, yang pada saat itu sedang menghadiri acara musrenbang di Kecamatan Sumpur Kudus. Namun keadaan dapat dikendalikan oleh satuan Polres Sijunjung yang disiagakan. Setelah sempat melakukan orasinya di Kantor Bupati, ratusan warga tersebut akhirnya diarahkan ke kantor DPRD Sijunjung sambil menunggu kedatangan Bupati.

Sambil menunggu kedatangan bupati, perwakilan massa pendemo dipersilahkan untuk masuk   ke ruang persidangan untuk membahas tuntutan masyarakat yang hendak disampaikan kepada Bupati dan DPRD.

Harbi Hanif Burdha, selaku koordinator lapangan dan perwakilan dari salah seorang masyarakat dalam demo tersebut mengungkapkan kepada Bupati dan DPRD bahwa selama ini Jorong Kabun tidak pernah mendapatkan sentuhan pembangunan dari Pemkab Sijunjung. Bahkan pihaknya menilai selama ini Jorong Khusus Kabun seolah-olah dianak tirikan dari jorong lainnya.

“Selama Jorong Kabun ini ada, kita tidak pernah mendapatkan apalagi merasakan yang namanya pembangunan, dikunjungi pejabat daerah saja jarang bahkan dikatakan mendekati tidak pernah. Padahal kekayaan alam yang ada di jorong kita tersebut diambil untuk kepentingan warga Kabupaten Sijunjung, seperti batubara dan air bersih (PDAM),” ujarnya.

Seharusnya, menurut aktifis muda tersebut, pihak Pemkab memperhatikan kesejahteraan warganya yang berada di Jorong Kabun sebanding dengan kekayaan alamnya yang diambil untuk kepentingan kabupaten, yang jaraknya tidak jauh dari pusat pemerintahan.

“Kita melakukan demo ini karena kita sudah kesal dengan pemerintah yang tidak mau tahu atau tidak mau peduli dengan apa yang terjadi di Jorong Kabun, padahal Jorong Kabun merupakan bagian dari Kabupaten Sijunjung. Atau mungkin jorong kita tidak masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sijunjung,” tuturnya dengan nada kesal.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemkab Pasbar Dukung Pembangunan Rumah Bersubsidi

Sabtu, 25 September 2021 | 18:40 WIB

Ratusan Ibu-ibu di Solok Dapat Bantuan Hortikultura

Sabtu, 25 September 2021 | 17:55 WIB

Sumbar Siapkan Dana Pendamping untuk Dua TPA

Sabtu, 25 September 2021 | 14:33 WIB

Buruan, Pendaftaran Calon Uda Uni Solsel Sudah Buka

Jumat, 24 September 2021 | 19:12 WIB
X