Hewan Ternak Berkeliaran di Jalan Umum

- Kamis, 26 Februari 2015 | 19:05 WIB

Pasalnya, keberadaan hewan ternak yang berkeliaran tersebut  dianggap dapat mengancam serta membahayakan keselamatan pengemudi saat melintasi jalanan tersebut. Seperti contoh pengendara yang melintasi di jalan Adinegoro serta menuju Sijunjung dari pusat Kabupaten Sijunjung, sangat resah akibat banyak ternak berkeliaran. Setiap harinya, di jalan tersebut banyak ternak warga yang sengaja dilepas untuk merumput di pinggir jalan.

Hendri (35), salah seorang warga Palangki yang bekerja di Muaro, Rabu (25/2) mengatakan, ternak yang dilepas pemiliknya di Jalan Adinegoro menuju Muaro Sijunjung sering ditabrak warga saat melintasi jalan tersebut. Tetapi para pemilik tak kunjung jera, meskipun ada sebagian ternaknya yang mati dilindas truk/mobil bahkan motor.

“Ada beberapa jenis hewan ternak yang sering berkeliaran di jalan itu. Seperti domba, kambing, kerbau dan sapi, bahkan hampir setiap hari ada di seputaran jalan Sijunjung menuju muaro ataupun sebaliknya yang mencari rumput. Dan keberadaan hewan ini sangat mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas,” katanya.

Beberapa waktu lalu katanya, salah satu pengendara sepeda motor asal nagari Pematang Panjang sempat terjatuh karena menabrak hewan ternak jenis sapi dan mengalami luka parah pada kepala bagian belakangnya dan harus dirujuk ke RSUP M Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, sementara itu sapi yang tertabrak tersebut mati.

“Kita meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait agar bisa menertibkan hewan ternak di jalan-jalan umum di wilayah Kabupaten Sijunjung sebelum jatuh korban yang banyak. Karena menghindari kecelakaan lebih pas dari pada mengobati yang sudah terluka akibat jatuh ataupun menabrak hewan ternak tersebut,” pintanya.

Sementara itu, Kasi Ops Satpol PP Kabupaten Sijunjung, Dasman, yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa kebiasaan warga untuk membiarkan hewan ternaknya berkeliaran sulit untuk ditertibkan. Bahkan Satpol-PP tak bosannya melakukan pendekatan kepada masya­rakat melalui pihak Nagari untuk memberikan pengertian kepada warga yang membiarkan hewan peliharaan berkeliaran dijalan karena memba­hayakan pengguna jalan.

“Kita Sudah sering melakukan sosialisasi, teguran bahkan tindakan kepada para pemilik ternak yang membiarkan hewan ternaknya berkeliaran, namun para pemilik tetap tidak jera karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka,” ujarnya. Pihaknya juga tak bosannya menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sijunjung yang mempunyai ternak, agar tidak melepaskan begitu saja hewannya tersebut berkeliaran dijalan sebab mengancam kesela­matan pengguna jalan, “Jika warga masih mem­bandel maka akan ditindak sesuai dengan Perda No.6 tahun 2013 tentang Trantibum,” ujarnya. (h/ogi)

Editor: Administrator

Terkini

Genius Umar Tinjau Proyek Infrastruktur di 3 Desa

Rabu, 27 Oktober 2021 | 21:38 WIB

Ini Pemenang Desain Batik Padang Pariaman

Rabu, 27 Oktober 2021 | 21:04 WIB

Update Covid-19 di Bukittinggi, Satu Meninggal

Rabu, 27 Oktober 2021 | 19:19 WIB

Gratifikasi yang Mesti Dipahami ASN

Rabu, 27 Oktober 2021 | 19:17 WIB

Wako Padang Panjang: Jadilah Pemuda yang Serba Bisa

Rabu, 27 Oktober 2021 | 16:06 WIB

Dinkes Padang Pariaman Gelar KIE Keamanan Pangan

Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:58 WIB
X