Tokoh Renah Indojati Datangi Kemendagri

- Kamis, 26 Februari 2015 | 19:20 WIB

Menurut Raswain, Ke­men­dagri tidak pernah me­mu­tus­kan pengusulan pemekaran harus dimulai dari nol bagi daerah yang sudah di­agen­dakan untuk dibahas di DPR RI pada masa sidang II tahun lalu terse­but. Yang ada hanya­lah kese­pakatan Kemendagri dengan DPR untuk membahas kem­bali tentang usulan peme­karan.

Menurutnya, dari hasil komunikasi dengan Ke­men­dagri, pemerintah menetapkan skala prioritas daerah mana yang akan dimekarkan segera. Komunikasi dengan Ke­men­dagri dilakukannya untuk memastikan aturan main pe­ngu­sulan pemekaran pasca beredarnya kabar pemekaran di berbagai media massa.

Bila pemekaran meng­ha­rus­kan pengusulan dari nol lagi, pihaknya tentu tidak dapat menolaknya, meski demikian ia berharap ada keringanan bagi daerah yang telah me­ngusulkan tahun 2014 lalu.

“Kami sudah siap dengan segala kemungkinan yang ter­hadi. Bila harus dari nol, kami sudah punya dokumen. Ke­mudian gerakan panitia peme­karan juga intens melakukan lobi-lobi pimpinan partai politik untuk mendapatkan dukungan politik melalui ka­der parpol di parlemen,” ka­tanya Kamis (26/2).

Kemudian tokoh perintis pemekaran Badrus Syamsi mengatakan, masyarakat di Calon DOB Renah Indojati mesti bersabar menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi sebagai dampak lang­sung dinamika politik na­sional. Segala sesuatu dapat berubah dengan cepat, mudah-mudahan apa yang berlaku hari ini berubah hari be­ri­kutnya. “Yang jelas semangat kita tidak surut untuk mem­perjuangkan Calon DOB Re­nah Indojati. Apapun aturan yang keluar, perjuangan pe­ mekaran harus berlanjut,” ungkapnya. (h/har)

Editor: Administrator

Terkini

Sumbar Butuh Tambahan Vaksin Covid-19

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:40 WIB
X