Pintu Masuk Bongkar Pungli

- Jumat, 27 Februari 2015 | 19:32 WIB

Dalam aksi demo tersebut, siswa menyampaikan aspirasi adanya beberapa kejanggan yang terjadi di sekolah mereka. Sehingga menyebabkan siswa merasa terbebani dalam me­nuntut ilmu. “Mereka me­nyam­paikan, adanya pungutan liar yang dilakukan atas kebija­kan dari pihak sekolah serta siswa meminta agar kepala sekolah untuk diganti,”ujar Hasan Basri.

Aksi demo yang berlang­sung selama 1 jam tersebut turut dikawal pihak kepolisian Polres Payakumbuh. Siswa-siswi turut membawa yel-yel yang berisikanpermintaan ke­pada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Mereka juga turut mem­bentangkan kertas putih yang bertulisan tentang kejanggalan dari SMKN 3 Payakum­buh.” Aksi demo ber­jalan aman dan kondusif. Dari bahasa yang disampaikan me­lalui yel-yel yang mereka bawa, siswa SMKN 3 Payakumbuh terbi­lang cukup kreatif. Ini yang perlu kita apresiasi ber­sama,”ungkap Hasan Basri.

Setelah puas mendengar paparan serta tanggapan dari kepala dinas, siswa SMKN 3 Payakumbuh akhirnya mem­bubarkan diri dan kembali ke sekolah untuk melanjutkan proses belajar mengajar.

“Dalam waktu dekat, kita akan menindak lanjuti aspirasi siswa ini. Dinas pendidikan akan menurunkan tim untuk investigasi atas apa yang di­sam­paikan oleh siswa. Yel-yel yang mereka bawa, turut kita simpan sebagai arsip kita,”jelas Hasan.

Sejauh ini belum diperoleh penjelasan langsung dari Ke­pala SMKN 3 Payakumbuh, Erianda. (h//zkf/ddg)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

7 Fraksi DPRD Solsel Sepakati Ranperda RPJMD 2021-2026

Rabu, 22 September 2021 | 14:11 WIB

DPMD Kota Pariaman Siap Fasilitasi Desa Dirikan BUMDes

Selasa, 21 September 2021 | 22:10 WIB
X