Pintu Masuk Bongkar Pungli

- Jumat, 27 Februari 2015 | 19:32 WIB

Dikatakan, KIPPAS-SG sudah banyak menerima lapo­ran dari para orang tua wali murid terkait dugaan praktek pungutan atau iyuran uang dilakukan oknum kepala seko­lah dan jajarannya dengan berbagai dalih. “Bahkan, ko­mite sekolah sebagai lembaga perpanjangan tangan para orang tua murid, cendrung diperalat oknum kepala se­kolah dan jajarannya untuk melegalkan aksi pemungutan sejumlah uang kepada murid-murid mereka” sebut Syaiful Rahman dan Sevindrajuta lagi.

Menurut mereka, KIPPAS-SG melihat, sudah banyak ketimpangan, kesewenang-wenangan, dan arogansi kekua­saan oknum lembaga pelaya­nan publik termasuk lembaga pen­didikan yang ada di daerah ini yang perlu disikapi. “Tin­da­kannya cendrung merugikan masyarakat dan daerah,” sebut Saiful Rahman dan Sevin­drajuta yang juga Ketua Dewan Pendi­dikan Kota Payakumbuh itu.

“Kalau pungutan-pungutan itu tetap dilanjutkan oleh pi­hak sekolah, maka KIPPAS-SG akan menjadikan persoa­lan ini sebagai uji kasus. “Jika perlu, KIPPAS-SG akan mela­kukan pengaduan ke lembaga penegak hukum, karena pu­ngutan-pungutan itu terind­i­kasi menyalahi aturan,” te­gasnya.

Dosen Fakultas Pertanian Muhammadiyah Payakumbuh itu mengungkapkan, jauh-jauh hari KIPPAS-SG sudah mem­berikan ‘lampu kuning’ baik melalui dialog dan surat resmi kepada pihak kompeten se­perti Walikota dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, terkait adanya praktek pungutan uang di sejumlah sekolah itu.

Padahal, jika mengacu pa­da Permendikbud Nomor: 60 tahun 2011, tambah Syaiful Rahman dan Sevindrajuta, ada penegasan bahwa pengelola SD dan SMP tidak boleh melakukan pemungutan uang kepada wali murid dalam ben­tuk apapun. Sementara di­tingkat SMA, ada Perwako no.39 tahun 2014 memberi peluang diperbolehkannya kepala sekolah dan Komite melakukan pemungutan-pe­mu­ngutan kepada wali murid.

Namun sayangnya, Per­wako tersebut dijadikan ta­meng atau tempat ‘berlindung’ bagi pengelola sekolah dan komite melakukan pemu­ngutan kepada wali murid. “Untuk itu, sudah saatnya Perwako itu dipersoalkan dan ditinjau ulang, karena bisa disalahgunakan oleh sejumlah oknum pengelola sekolah, “ lanjut mereka.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakum­buh, Hasan Basri meng­apre­siasi aksi demo yang dilakukan oleh siswa-siswi dari SMKN 3 Kota Payakumbuh yang dila­ku­kan di halaman kantornya .

Aksi demo yang dilakukan hampir 200 siswa dalam me­nyampaikan aspirasi terkait persoalan yang terjadi di ling­ku­ngan SMKN 3 Payakumbuh tersebut, ditemui langsung oleh Kadisdik Hasan Basri. “Keberanian siswa-siswi ini dalam menyampaikan aspirasi mereka, perlu kita apresiasi. Jarang-jarang ada siswa yang berani seperti mereka ini,” ungkap Hasan Basri usai me­ne­mui siswa di Halaman Dinas Pendidikan Kota Paya­kumbuh.

Dalam aksi demo tersebut, siswa menyampaikan aspirasi adanya beberapa kejanggan yang terjadi di sekolah mereka. Sehingga menyebabkan siswa merasa terbebani dalam me­nuntut ilmu. “Mereka me­nyam­paikan, adanya pungutan liar yang dilakukan atas kebija­kan dari pihak sekolah serta siswa meminta agar kepala sekolah untuk diganti,”ujar Hasan Basri.

Aksi demo yang berlang­sung selama 1 jam tersebut turut dikawal pihak kepolisian Polres Payakumbuh. Siswa-siswi turut membawa yel-yel yang berisikanpermintaan ke­pada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Mereka juga turut mem­bentangkan kertas putih yang bertulisan tentang kejanggalan dari SMKN 3 Payakum­buh.” Aksi demo ber­jalan aman dan kondusif. Dari bahasa yang disampaikan me­lalui yel-yel yang mereka bawa, siswa SMKN 3 Payakumbuh terbi­lang cukup kreatif. Ini yang perlu kita apresiasi ber­sama,”ungkap Hasan Basri.

Setelah puas mendengar paparan serta tanggapan dari kepala dinas, siswa SMKN 3 Payakumbuh akhirnya mem­bubarkan diri dan kembali ke sekolah untuk melanjutkan proses belajar mengajar.

“Dalam waktu dekat, kita akan menindak lanjuti aspirasi siswa ini. Dinas pendidikan akan menurunkan tim untuk investigasi atas apa yang di­sam­paikan oleh siswa. Yel-yel yang mereka bawa, turut kita simpan sebagai arsip kita,”jelas Hasan.

Sejauh ini belum diperoleh penjelasan langsung dari Ke­pala SMKN 3 Payakumbuh, Erianda. (h//zkf/ddg)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

7 Fraksi DPRD Solsel Sepakati Ranperda RPJMD 2021-2026

Rabu, 22 September 2021 | 14:11 WIB

DPMD Kota Pariaman Siap Fasilitasi Desa Dirikan BUMDes

Selasa, 21 September 2021 | 22:10 WIB
X