70 Persen Penduduk Pasaman Berprofesi Petani

- Jumat, 27 Februari 2015 | 19:33 WIB

Ia menyebutkan, masyara­kat Pasaman dapat dikatakan 70 persen berada dalam taraf ekonomi menengah, sebab sektor pertanian tergantung hasil panen setiap tahunnya.

Sektor pertanian yang ba­nyak di kelola oleh masyarakat setempat diantaranya adalah pertanian padi, jagung, coklat, sawit, dan lain sebagainnya. “Berkali-kali saya sampaikan kepada masyarakat, disetiap kesempatan kita bersama, jadilah petani yang berpen­didikan. Kini, sekolah sudah gratis sampai pendidikan SLTA sederajat. Doronglah anak-anak kita dan keme­nakan kita untuk menamatkan sekolahnya. Jika nanti tidak punya biaya untuk kuliah, minimal anak kita sudah me­ngenal pendidikan menengah atas dan sudah bisa mencari sumber-sumber ilmu penge­tahuan, untuk mendukung profesinya nanti,” ujar Bupati Benny Utama.

Petani yang berpendidikan, atau memiliki pengetahuan tentang yang ditani, maka peluang besar untuk berhasil itu terbuka lebar. “Petani yang berpendidikan, mereka tahu untung dan rugi suatu per­kebunan. Mana yang boleh mana yang tidak pun mereka ketahui. Sehingga, banyak petani lebih sukses dari para pegawai,” paparnya.

Selain itu, melihat kondisi masyarakat yang 70 meru­pakan petani tersebut, peme­rintah daerah setempat, pada tahun ini juga menganggarkan BPJS daerah bagi masyarakat setempat sebanyak Rp12 mi­liar. Penjaminan ini berguna untuk membantu masyarakat ketika dilanda wabah penyakit.

“Sebagai petani, kita tahu mereka tidak miskin, mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun jika sakit dan memerlukan biaya lebih dari Rp5 juta untuk berobat, maka petani yang taraf hidupnya diatas garis kemis­kinan, akan jatuh menjadi miskin, untuk membayar biaya pengobatan mereka. Mereka rentan miskin, untuk biaya berobat harus jual setumpak kebun dulu,” jelasnya.

Sebab itu, menurut Bupati Benny, program Jamkesda ini terus dilakukan, dan disiner­gikan dan program pemerintah pusat melalui Jaminan Kese­hatan Nasional (JKN). “Kese­hatan merupakan hak dasar setiap warga, untuk itu, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama guna pening­katan kualitas sumber daya manusia di daerah ini,” jelasnya.

Benny menambahkan, ke­se­hatan juga memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat dan pe­ngentasan kemiskinan. Sehu­bu­ngan dengan itu, selain menjamin kesehatan masya­rakat yang rata-rata merupakan petani tersebut, pemerintah daerah setempat juga terus menggiatkan program sekotor kesehatan, salah satunya de­ngan penempatan bidan di setiap jorong yang ada di wilayah itu, dan penambahan puskesmas-puskesmas rawat inap di setiap kecamatan. (h/col)

Editor: Administrator

Terkini

Pemkab Pasbar Dukung Pembangunan Rumah Bersubsidi

Sabtu, 25 September 2021 | 18:40 WIB

Ratusan Ibu-ibu di Solok Dapat Bantuan Hortikultura

Sabtu, 25 September 2021 | 17:55 WIB

Sumbar Siapkan Dana Pendamping untuk Dua TPA

Sabtu, 25 September 2021 | 14:33 WIB

Buruan, Pendaftaran Calon Uda Uni Solsel Sudah Buka

Jumat, 24 September 2021 | 19:12 WIB
X