Bantu Rp20 Juta, Pemko Sawahlunto Bedah Rumah Tidak Layak Huni

- Rabu, 4 Maret 2015 | 18:46 WIB

“Syukur Alhamdulillah, akhirnya saya bisa memiliki rumah yang layak huni,” ung­kap Hernilinda.

Saat ini ia hanya tinggal bersama dua orang putri , ia terpisah dengan suaminya yang hidup merantau di daerah lain.Untuk menghidupi dua buah hatinya, sehari harinya ia penuhi dengan bekerja me­ngambil upah membuat sarang katupek.

“Dari hasil itu saya menda­pat upah sekitar Rp130 ribu per minggunya,” tutur Ibu 39 tahun ini kepada Haluan Rabu (4/3).

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, yang ditemuai Haluan disela-sela peletakkan batu pertama bedah rumah itu me­nye­butkan, Pemerintah Kota (Pemko) akan sangat meres­pon apabila ditemui warga mas­yarakat yang tinggal di­rumah yang tidak layak huni dengan mengucurkan bantuan untuk rehab atau bedah rumah.

Kali ini, dana rehab rumah Hernilinda berasal dari pro­gram dari Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penang­gulangan bencana daerah (Kes­bang Pol PBD) Kota Sa­wah­lunto tahun 2015, melalui kegiatan pembauran wawasan kebangsaan dengan meng­utamakan azas swadaya masya­rakat dan gotong royong se­besar Rp20 juta.

“Saya mengintruksikan kepada seluruh jajaran peme­rintahan terdepan mulai dari RT, RW Lurah dan Kepala Desa agar turun langsung kete­ngah tengah masyarakat meng­himpun dan melihat kendisi riil masyarakatnya serta segera melaporkan untuk ditindak lanjuti termasuk masyarakat yang memiliki rumah yang tidak layak huni,” kata Ali Yusuf kepada Haluan.

Dalam kegiatan bedah ru­mah ini tidak dianggarkan biaya upah untuk tukang akan tetapi menggalakkan swadaya masya­rakat melalui gotong royong dan hanya fokus pada pembelian bahan bangunannya.

“Seluruh unsur kita kerah­kan mulai dari TRC Kesbang Pol PBD, TNI, Polri, duku­ngan dari warga masyarakat setempat dengan upaya gotong royong termasuk pemilik ru­mah itu sendiri,” sebut bapak tiga anak itu.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Sumbar Butuh Tambahan Vaksin Covid-19

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:40 WIB
X